Apa yang Kita Wariskan bagi Anak?

Sebuah renungan bagi kita sebagai guru, sekaligus sebagai orang tua. Tak hendak menggurui, tapi sekedar tadzkiroh (pengingat) langkah.

,Kita ingin diingat bukan sebab harta, bukan juga karya. Bukan karena tulisan, bukan karena lisan. Tapi kita ingin dikenal lewat anak-anak yang salih dan salihah, taat pada Tuhannya

Saat diamanahkan mereka, kita jadi memahami beban Nabi Ya’kub saat bertanya pada anak-anaknya, ditengah sakaratul mautnya, “Apa yang kalian sembah sepeninggalku?”. Tanyanya

Kegalauan di ujung umur, yang menggambarkan apa yang paling penting seumur hidupnya. Meninggalkan generasi yang tetap menyembah pada Rabb pencipta semesta raya

Generasi yang menerangi kubur-kubur dengan shalat mereka, generasi yang membuka pintu surga dengan perjuangan mereka. Generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya

Terkadang kita merasa kecut hati, bukan hanya sebab persiapan yang sangat sedikit dalam mendidik mereka, tapi juga saat kita tahu pasti bahwa kita jauh dari teladan yang mereka perlukan

Kita ingin mereka bangga kepada ayah ibunya, lalu bagaiamna itu bisa terjadi bila kita masih bergelimang maksiat. Bagaimanapun anak singa hanya lahir dari singa juga

Baca Juga:  Inilah 4 Karakter Google yang Mirip dengan Karakter Ideal Kita

Jangankan di akhirat kelak, di dunia saja mereka bisa jadi penyejuk mata di tengah badai fitnah dunia. Jangankan di akhirat, di dunia saja mereka bisa jadi siksaan yang paling berat

Rasulullah Muhammad sudah wafat, tapi ajarannya terus hidup. Ajarannya bukan ada pada buku, bukan ada pada kisah, apalagi pada bangunan. Ajarannya mewujud pada pengikut-pengikutnya

Kita pun akan wafat, dan warisan kita tidak sebatas harta, karya, apalagi jabatan dan gelar. Warisan kita sebenarnya mewujud pada anak-anak yang melanjutkan visi besar kita

Andai bukan karena Allah. Mustahil kita bisa mengemban tugas ini.

Semoga bermanfaat.

1 Comment

Tinggalkan Balasan