Menepis Nada Miring Pembelajaran Daring

Ada sebuah status medsos dari seorang wali siswa, bernada humor, namun juga sitir, terhadap pembelajaran daring. Status ringan mungkin bagi beliau, namun juga menarik untuk dikritisi. Statusnya berbunyi:

Suka tidak suka, mau tidak mau, senang tidak senang, pembelajaran daring (online) harus kita jalani. Memang metode pembelajaran ini bukanlah metode terbaik dalam proses mendidik anak bangsa. Namun, inilah opsi yang “terpaksa” kita pilih untuk tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

Pembelajaran daring menyisakan berbagai masalah, mulai dari ketidaktersediaan gadget, minim kuota, dan juga penguasaan gadget itu sendiri.

Menepis Nada Miring Pembelajaran Daring

Jika kita seksama membaca status di atas, ada beberapa catatan yang bisa saya tuliskan di sini, antara lain:

  1. Pembelajaran dalam Islam memang sifatnya talaqi, bertatap muka. Karena prinsip pembelajaran itu not only transfering the knowledge, tetapi lebih dari itu, proses peniruan keteladanan sang guru. Dan daring, hanyalah transfer keilmuan.
  2. Ketika pandemi membatasi interaksi, dan pembelajaran ideal tak bisa dilaksanakan, maka kita pilih opsi “lebih baik” dari yang tidak ideal. Dan pembelajaran daring termasuk kategori “yang lebih baik”.
  3. Adapun ketika pembelajaran daring ini dijalankan, muncul masalah demi masalah, yang semuanya memang sudah bisa diperkirakan. Maka sikap terbaik kita (guru dan orang tua) adalah menerimanya dengan kesadaran penuh.
  4. Ada nada miring bahwa alokasi untuk kuota menjadi meningkat, ya itu sebuah resiko yang tidak bisa dihindari. Maka sikap terbaik adalah berbaik sangka kepada Allah, bahwa ketika ada kesulitan, maka Allah mengiringinya dengan dua kemudahan.
  5. Ada guyonan bahwa daring menjadikan penghuni rumah “darting” alias darah tinggi. Jika kita ikhlas menjalani, tak mungkin timbul stress. Keikhlasan akan menjadikan seseorang tahan banting, tidak mudah mengeluh apalagi menyerah.
Baca Juga:  Uar Pangajak Mieling Basa Indung Sadunya, Ayeuna sareng Saterasna

Maka, sebaiknya adalah…

Sikap dan langkah terbaik bagi kita dalam menghadapi segala masalah pembelajaran daring, adalah dengan mengembalikan ke kaidah:

“Allah senantiasa menghadirkan sesuatu yang terbaik bagi hamba-Nya, walaupun hal itu dipandang pahit oleh hamba-Nya”

Semoga tulisan sederhana ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu mengembalikan segala urusan kepada Sang Pemberi Keputusan, Allah Ta’ala. In syaa Allah…

  •  
  •  
  •  
  •  
  •