Menjelang Bergantinya Tahun, Adakah Yang Berubah dalam Diri Kita?

Sebuah refleksi sederhana, untuk penyadaran diri. Larinya waktu itu perkara tak terelakkan, sementara perubahan itu belum tentu ada. Begitulah kebanyakan orang, merayakan pergantian waktu, namun tidak menjadikannya lebih baik.

Allah mengingatkan, semua manusia merugi sebab lewatnya waktu. Waktu tak menerima alasan, tak menanti. Siapapun tunduk padanya, sedang ia hanya tunduk pada Allah semata

Bagi pepohonan, waktu adalah syarat baginya untuk tumbuh mendekati langit, melambaikan daunnya bercanda dengan angin, sebab itu caranya bertasbih, sebab itu kewajiban baginya

Tapi bagi manusia, waktu adalah syarat baginya untuk berbekal. Mengubah waktu menjadi amal salih, dengan keimanannya. Tak seperti pepohonan, manusia punya pilihan, baik buruknya

Banyak yang beradu peruntungan dengan waktu dan merugi, sedikit yang mampu mengungguli waktu. Adalah mereka yang jeli dan teliti, serta dekat dengan pemilik waktu, yang sanggup

Maka manusia yang beruntung ialah yang menjadikan amalnya melebihi waktu, kekal hingga waktu kehabisan masa dan menemui ajalnya. Amalnya tak lekang, sampai selepas dunia

Ini juga keren:  Ketika Kenikmatan di Depan Mata Susah Ditahan

Bisa jadi waktu menjadikan jasadnya hilang dalam tanah. Namun karyanya tetap tertulis, dan kebaikannya tetap dalam ingatan, disebut-sebut, oleh penduduk bumi dan langit

Ada yang boleh berganti, waktu boleh berlalu, keburukan boleh ditinggalkan. Namun ada yang harus tetap: keimanan, keistiqamahan, dan cintaku padamu para kekasih Allah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

3 Replies to “Menjelang Bergantinya Tahun, Adakah Yang Berubah dalam Diri Kita?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *