Mesjid Darul Ulum SMPN 1 Mande, Sebuah Mimpi jadi Nyata

Sekitar lima atau enam tahun lalu, sebuah bangunan yang dijadikan mesjid, begitu kumuh dan kusen-kusen jendelanya sudah rapu, juga berayap. Walau demikian, mesjid tersebut selalu ramai oleh siswa-siswa SMPN 1 Mande yang melaksanakan berbagai ibadah shalat, tadarus, sampai kajian Islam.

Namun jika Sahabat Satman, sekarang berkunjung ke tempat yang sama, bangunan “kumuh” tadi raib berganti sebuah bangunan mewah berlantai dua. Itulah Mesjid Darul Ulum sekarang.

Kenyamanan mesjid Darul Ulum, selain bangunannya yang memadai, juga ditunjang tempat wudhu yang memadai pula, dipisah antara wanita dan pria. Dalam segi sound system, mantap sekali suaranya.

Bagaimana bisa sebuah mesjid kecil dan kumuh, berubah menjadi mesjid yang wah? Yuk Sahabat, kita baca dengan seksama, penuturan Pak H. Atet Ahdiat, S.Pd. dalam obrolan singkat dengan penulis, tanpa kopi tanpa cemilan.

Oh ya, Pak H. Atet, selain sebagai ketua DKM Darul Ulum, juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 1 Mande

Awal Mula Munculnya Inisiatif untuk Renovasi Mesjid Darul Ulum

Berawal dari keinginan guru PAI (Pak Deni Kurnia) untuk mengurus masjid yang tidak terawat. Lalu saya mengusulkan untuk membentuk DKM. Akhirnya dengan musyawarah tertutup (Deni Kurnia, Yuliana Gultom, Atet Ahdiat) dibentuklah DKM Darul ‘ulum secara sederhana.

Baca Juga:  Semarak Bulan Bahasa, Hari Santri, Sumpah Pemuda, dan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020 (part4)

Kemudian Rancangan DKM diusulkan ke Pa Helmi Halimudin (sebagai KS waktu itu) untuk dibuatkan SK. Waktu itu pa Helmi bertanya kepada saya yang kebetulan menghadap pa Helmi, “Apa Programnya DKM ini?”. Saya jawab, “Pembangunan Fisik dan Rohani”.

Untuk pembangunan fisik saya sampaikan, “kami akan membuat Mesjid dua lantai”. Kemudian Pa Helmi bertanya kembali, “darimana dananya?” Secara spontan saya jawab, “DANANYA DARI ALLOH“. (ini adalah percakapan pada tahun 2015).

Kepemimpinan di SMPN 1 Mande berganti. Pak Helmi mendapat tugas baru di SMPN 3 Mande. Sementara Pak Kasdi Ipit, M.Pd, dipercaya menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Mande.

Pergantian kepala sekolah ini, tidak menyurutkan langkah dan tekad panitia. Bahkan di era kepemimpinan Pak Kasdi, peletakan batu pertama sebagai awal pembangunan mesjid ini dimulai.

Dan inilah momen yang paling mendebarkan bagi kita semua, melihat “mimpi” untuk memiliki masjid yang representatif, namun di sisi lain melihat kenyataan, dana yang sangat terbatas. Hari-hari penuh drama, hingga semua berakhir, hampir di garis finish, pembangunan mesjid hampir selesai. Biidznilah.

Budget Pembangunan

Rencana Anggaran pembangunan Masjid Darul ‘Ulum SMPN 1 Mande sebesar Rp. 700.000.000. Dana berbentuk uang yang digunakan untuk membangun masjid sampai hari ini sebesar Rp. 610.000.000. Belum termasuk sumbangan yang berbentuk material berupa pasir, semen, batu pecah, keramik cat, sound system diperkirakan lebih dari Rp. 40.000.000.

Baca Juga:  Sebuah Catatan Festival Bulan Bahasa SMPN 1 Mande

Sumber Dana

Dana yang dihimpun untuk pembangunan masjid, berasal dari:

  1. Peserta didik (melalui pembiasaan sodaqoh tiap hari)
  2. Guru dan TU sodaqoh bulanan dari gaji
  3. Guru sebagai donatur khusus
  4. Alumni melalui ikatan Alumni SMPN 1 Mande
  5. Orang Tua siswa melalui gerakan sodaqoh jumat dan akhir semester.

Lamanya Masa Pembangunan

Tindak lanjut dari SK DKM maka dibentuklah PANITIA PEMBANGUNAN MESJID. Kepanitiaan tersebut melibatkan seluruh Guru, TU dan Alumni SMPN 1 Mande. Awal penggalangan dana dimulai dari kegiatan Readhaton. Saya dan Pa Deni membuat pertunjukan dan anak OSIS/RISMADA meminta sumbangan dengan cara berkeliling membawa amplop besar untuk sumbangan seiklasnya. Bukan hanya kepada siswa saja, pengumpuIan dana itu dilakukan juga kepada guru dan TU seminggu sekali.

Setelah dua tahun, terkumpulah dana sebesar Rp. 35.000.000. Pada bulan Oktober 2017 dimulailah peletakan batu pertama. Alhamdulillah…sampai pada Oktober 2019, pembangunan sudah 95% dari rencana pembangunan.

Penghargaan untuk Kita Semua

Masya Allah…terima kasih Pa H. Atet atas sharing cerita pembangunan mesjid kebanggaan Satman ini. Terima kasih Pak Helmi, yang telah mendukung pengumpulan dana, dan terima kasih juga kepada Pak Kasdi, yang mendorong untuk memulai tahap pembangunan. Terima kasih untuk semua yang mendukung terwujudnya mimpi kita ini.

Baca Juga:  Semarak Bulan Bahasa, Hari Santri, Sumpah Pemuda, dan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020 (part1)

Inilah bukti kekuatan sedekah, berawal dari mimpi kini terwujud menjadi sebuah kenyataan. Mesjid Darul ‘Ulum, dari kita, oleh kita, untuk kita….

Bagi sahabat Satman yang penasaran dengan metamorfosis Mesjid Darul ‘Ulum, berikut dokumentasi yang dapat dilihat…chek it out

Dokumentasi Pembangunan Mesjid Darul Ulum

10 Replies to “Mesjid Darul Ulum SMPN 1 Mande, Sebuah Mimpi jadi Nyata”

  1. Semoga Allah menggantinya dengan istana di syurga bagi siapa yg berpartisipasi dengan ikhlas dalam menyelesaikn pembangunan mesjidnya, Aamiin

  2. Teringat momen ketika keluarga besar Satman berlomba untuk menggenapi infaq yang terkumpul agar mencapai nominal tertentu, hasilnya selalu diatas target. Alhamdulillaah, Alloh mengijinkan kita memiliki masjid indah yang bikin betah ini.

  3. Lelang amal, maksud menggenapkan total infaq harian karena kurang 200 rupiah, ternyata peminat banyak.
    Lelang tiada akhir, terus bertambah gope, seribu malah lebih.
    Lastly lebih dari menggenapkan, MasyaaAllah.

Tinggalkan Balasan

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
Instagram
WhatsApp