PAPAJAR KELUARGA SATMAN

 (Sabtu, 10 April 2021)

Papajar adalah sebuah kebiasaan masyarakat Cianjur dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Di beberapa tempat, memiliki kebiasaan yang sama namun dengan istilah yang berbeda. Biasanya papajar diisi dengan kegiatan makan bersama, mengunjungi keluarga atau bepergian ke tempat wisata bersama keluarga atau teman-teman. Pada intinya, masyarakat mengekspresikan kebahagiaan menyambut kedatangan bulan suci bagi umat Islam.

Demikian pula halnya dengan keluarga besar SMP Negeri 1 Mande. Papajar merupakan kegiatan rutin yang hampir tiap tahun tahun diselenggarakan. Selain bersuka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan, papajar bagi keluarga besar Satman merupakan ajang untuk lebih mengeratkan tali silaturahmi diantara keluarga besar SMP Negeri 1 Mande. Tahun lalu, papajar tidak bisa diselenggarakan. Pandemi covid-19 menyebabkan pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang pada prakteknya membatasi aktivitas masyarakat di tempat umum secara berkelompok.

Tahun ini, papajar keluarga besar SMP Negeri 1 Mande kembali dapat dilaksanakan. Tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dengan persiapan yang relatif singkat, dibawah koordinasi Ibu Hj. Yanti Susilawati dan dibantu rekan-rekan guru serta tenaga pendidik SMP Negeri 1 Mande, hari Sabtu tanggal 10 April 2021, keluraga besar Satman dapat melaksanakan papajar. Untuk kali ini, papajar dilaksanakan di 2 tempat, yaitu di Jangari Hills dan di kampus SMP Negeri 1 Mande. Jangari Hills merupakan objek wisata baru di kawasan objek wisata Waduk Cirata. Jangari sendiri merupakan bagian dari Waduk Cirata terletak di Kecamatan Mande. Bagi kalangan penghobi mancing, tempat ini sudah terkenal sejak diresmikannya Waduk Cirata. Jangari Hills sendiri merupakan sebuah bukit yang ditata untuk menjadi tempat wisata keluarga. Pengelola menyediakan penyewaan hammock dan beberapa spot foto yang instagramable.

Baca Juga:  Makna Pahlawan di Mata Guru dan Siswa Satman

                Perjalanan keluarga besar SMP Negeri 1 Mande menuju Jangari Hills dimulai dengan berkumpul di kampus SMP Negeri 1 Mande. Antusiasme peserta papajar terlihat dari kehadiran peserta yang sudah datang ke sekolah pada pukul 05.30 pagi! Rombongan berangkat dalam 5 angkot menuju Jangari pada pukul 07.00. Papajar kali ini selain diisi dengan makan bersama, keluarga besar SMP Negeri 1 Mande juga melaksanakan olahraga. Sesuai dengan semboyan men sana in corpore sano di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Maka kami berharap papajar dengan berolahraga akan meningkatkan imunitas dan kesehatan tubuh sehingga kami dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan secara maksimal. Olahraga kami mulai dengan berjalan dari portal Jangari menuju Jangari Hills selama kurang lebih 15 menit sambil menikmati udara pagi yang segar. Di sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan kebun karet dan kesibukan perahu di pinggir Waduk Cirata. Tiket masuk Jangari Hills adalah Rp 10.000,- per orang. Setelah semua anggota rombongan masuk ke gerbang Jangari Hills, satu per satu mulai menapaki tangga menuju ke bukit. Mengenai jumah tangga, ada yang menghitung 203 anak tangga, ada yang menghitung 213 anak tangga. Untuk jumlah  pastinya, sepertinya harus kembali ke Jangari Hills dan menghitung jumlah anak tangga menuju bukit. Di sepanjang kiri-kanan tangga, ditumbuhi beberapa jenis bunga yang menambah keasrian tempat wisata tersebut. Beragam ekspresi para peserta papajar ketika menapaki tangga menuju puncak bukit. Tapi semua menyiratkan kegembiraan. Dan hampir semuanya dapat mencapat puncak bukit, usia bukan masalah.

Baca Juga:  Curahan Hati Untuk Umi, Puisi Spesial Ananda Sofa dan Wafa

                Di puncak bukit Jangari hills, belum terlalu banyak wahana yang bisa dinikmati pengunjung. Mungkin karena Jangari Hills masih dalam tahap pembangunan.  Hanya terdapat beberapa spot foto, dan tentu saja panggung bertuliskan JANGARI HILLS yang merupakan ikon termpat wisata tersebut. Yang paling menarik dari tempat ini adalah pemandangan ke bawah bukit. Ketika sampai di puncak, kita disuguhi pemandangan Waduk Cirata. Lengkap dengan kolam jaring apung dan lalu lintas perahu yang membawa wisatawan, pemancing maupun pakan ikan. Yang paling menakjubkan adalah kita disuguhi horison yang luar biasa cantik, ketika batas perairan dan langit seolah bersatu di kejauhan. Jika ada yang kurang adalah, tidak ada tempat berteduh bagi pengunjung ketika cuaca makin panas. Setelah puas berfoto, kami ke bawah kembali dengan menuruni tangga. Beristirahat sebentar menunggu angkot yang akan membawa kami kembali ke kampus Satman, sambil tak lupa foto-foto.

                Di sekolah, rangkaian acara papajar dilanjutkan. Pak Taufik Setiawan, S.Pd., M.Pd sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mande menyampaikan ucapan syukur bahwa kegiatan papajar tahun ini dapat dilaksanakan disertai harapan semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, karena dapat mengeratkan kekeluargaan diantara perseonel SMP Negeri 1 Mande. Beliau juga menyampaikan beberapa agenda akademik yang akan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Mande. Kemudian ada tausiyah yang disampaikan oleh Pak H. Atet Ahdiyat, S.Pd. Sebelum menyampaikan tausiyah, Pak H.Atet mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik SMP Negeri 1 Mande untuk memanjatkan doa bagi guru-guru SMP Negeri 1 Mande yang telah wafat dan mendoakan keluarga besar SMP Negeri 1 Mande agarsegera diberi kesehatan. Dalam tausiyahnya P. H. Atet mengingatkan tentang kematian, dimana kita semua hidup di dunia hanyalah untuk mencari bekal bagi kehidupan kita di alam akhirat. Sebelum doa tutup, bu Hj. Yanti menyampaikan kadeudeuh bagi beberapa peserta papajar sebagai ungkapan rasa syukur karena papajar telah dapat terlaksana dengan lancar. Pak Aah Havid, S.Pd memimpin doa untuk menutup rangkaian acara papajar keluarga besar SMP Negeri 1 Mande. Acara papajar SMP Negeri 1 Mande ditutup dengan acara makan bersama.

Baca Juga:  15 Hari Pasca Launching Website SMPN 1 Mande

                Pada dasarnya papajar bukan hanya acara gembira ria menyambut Ramadhan. Bagi keluarga besar SMP Negeri 1 Mande, ini adalah ajang mengeratkan silaturahmi sekaligus saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat dan semoga Ramadhan ini dapat meningkatkan kualitas keimanan kita. Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mande, Pak Taufik Setiawan, S.Pd., M.Pd, Ibu Dra. Hj. Yanti Susilawati dan semua rekan serta pihak yang telah memungkinkan terlaksanya kegiatan papajar keluarga besar SMP Negeri 1 Mande. Jazaakumullah khairan katsiran.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan