Pembinaan GPAI SMP Wilayah Mande dan Cikalongkulon Deni Kurnia, 24 Januari 202224 Januari 2022 Hari ini, Senin 24 Januari 2022, bertempat di SMPN 1 Mande, dilaksanakan pertemuan guru pendidikan Agama Islam (PAI) dalam rangka pembinaan dan sosialisasi kurikulum Prototipe, yang diluncurkan Menteri Pendidikan. Pertemuan ini diikuti oleh seluruh Guru PAI SMP se-wilayah Kecamatan Mande dan Cikalongkulon. Agenda pembinaan meliputi : Persiapan pembelajaran semester 2Tupoksi Guru berdasarkan UU No 14 Tahun 2005Emis dan SiagaSosialisasi Kurikulum Prototipe Acara dimulai dengan Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Pak Agus Abdullah dari SMPN 5 Cikalongkulon. Dengan suara tilawahnya yang merdu, beliau membacakan ayat 1-5 QS Al Baqarah. Selanjutnya, Bu Hj Yanti Budayasti, M.Pd.I, sebagai pengawas PAI menjelaskan materi-materi pembahasan sesuai yang diagendakan. Berikut ini bebarapa catatan dari yang beliau sampaikan dalam pertemuan ini. Refleksi Observasi oleh Pengawas Beberapa guru PAI telah diobservasi dalam pembelajaran, dan Bu Pengawas memberikan catatan yang harus ditingkatkan oleh Guru PAI, yaitu: kadang guru lupa menyampaikan tujuan pembelajaranminimnya model dan teknik pembelajaranminimnya penanaman karakter. Dan ini bertumpu kepada GPAIkesimpulan seharusnya oleh peserta didik, bukan oleh guruguru terkadang lupa menyampaikan pembelajaran berikutnya Baca Juga: PORSENI Guru Sub Rayon 1, SMPN 1 Mande Siap TandingKompetensi pembelajaran abad 21 Kita hidup di era digital, yang notabene mengalami perkembangan teknologi yang sangat cepat. Tentunya kurikulum dan gurunya itu sendiri harus menyesuaikan dengan kondisi ini. Kompetensi di abad digital abad 21 yang harus dimunculkan adalah: CollaborationCommunicationCreativityCritical Thinking Kompetensi guru, berdasar UU No 14 tahun 2005 Kompetensi pedagogikKompetensi kepribadianKompetensi sosialKompetensi profesional Mengenal Kurikulum Prototipe Kurikulum prototipe merupakan respons terhadap kondisi pandemic dan kritik terhadap kurikulum 2013. Kurikulum ini sebenarnya sudah disiapkan beberapa tahun lalu untuk diimplementasikan di sekolah penggerak. Sebagai solusi atas learning loss, mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa dan memberikan ruang yang luas untuk pengembangan karakter dan kompetensi dasar kepada siswa. Kurikulum ini menerapkan secara nyata konsep dari merdeka belajar. Kurikulum prototipe ini sifatnya pilihan, tidak ada paksaan bagi sekolah untuk menerapkan. Jika sekolah ingin menerapkan, maka harus mendaftar. Menurut Nadim Makarim, “Kita sudah bertahun-tahun melihat, bukan hanya di Indonesia, apappun yang dipaksakan probabilitasnya suksesnya akan rendah, yang kita butuhkan adalah kemauan guru-guru dan kepala sekolah untuk berubah itu adalah faktor pentingnya.” Karakteristik Kurikulum Prototipe Fokus pada materi esensialPembelajaran Berbasis ProjectFleksibilitas Baca Juga: Admin Web, Tetap Kompak, Apapun DinamikanyaKarakter yang dikembangkan iman takwaakhlak muliagotong royongkebinekaan globalkemandiriannalar kritiskreativitas Galeri Pembinaan GPAI Profil Penulis Deni Kurnia Seorang Pembelajar, Tak Lebih. Artikel Terbaru dari Penulis Satman News11 Mei 2026FLS3N 2026 Dimulai, SMPN 1 Mande Siapkan Pendamping dan Strategi Terbaik Satman News11 Mei 2026Upacara Bendera SMPN 1 Mande: Belajar Makna Kehidupan dari Layang-Layang Satman News10 Mei 2026Mengingat Kematian sebagai Tanda Kecerdasan Spiritual Satman News18 Juni 2025Mie Sedaap Berbagi 240 Porsi Mie Gratis di SMPN 1 Mande Cianjur Yang Ini Juga Keren:Berjaya di Cikalongkulon: SATMAN Angkat Trofi, Sani…SMP Negeri 1 Mande Gelar Pemilihan MPK dan OSIS Tahun 2026Rangkuman Modul Literasi Algoritma dan Konten…Pemkab Cianjur Berlakukan Ijazah MDTU dan TPQ…PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMP NEGERI 1 MANDE…Pengarahan Sulinjar di SMPN 1 Mande dari Pak Kabid SMP Salam Kami