PKM Pascasarjana UNJ, Recharge di Awal Tahun Ajaran Baru

Selasa, 26 Juli 2022 SMP Negeri 1 Mande kedatangan tamu istimewa, yaitu para dosen dari Program Studi Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. Kehadiran profesor dan doktor dari UNJ ini tiada lain dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat di Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur, dengan sasaran guru-guru SMP, SMA, dan SMK. Alhamdulillah…Satman berkesempatan menjadi salah satu tuan rumahnya dan rekan-rekan guru Satman berkesempatan menimba ilmu dari para dosen UNJ. Berikut ini ulasan singkat dari kegiatan tersebut…

Peningkatan Kompetensi Guru melalui Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS

Sebagai narasumber pada sesi pertama ini adalah Dr. Riyadi, S.T, M.T dan Dr. Ir. Mahdiyah, M. Kes. Dalam paparan pembukanya, Ibu Mahdiyah mengutarakan tentang mirisnya kondisi pendidikan Indonesia berdasarkan hasil PISA, yaitu berada pada posisi yang rendah baik dalam literasi, sains, maupun matematik. Ditambah lagi dengan tantangan masa depan (abad 21) yang mendorong untuk menerapkan The Four C in Our Classroom, yaitu Communication, Creativity, Collaboration, dan Critical Thinking. 4C inilah yang menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higer Order Thinking Skills (HOTS) untuk menjawab tantangan tersebut.

Baca Juga:  Ternyata Selain Wali yang Sembilan, ada Wali yang Kesepuluh

Jika dikaitkan dengan ranah kognitif, HOTS dalam taksonomi Blooms berada pada level C4, C5, dan C6 pada dimensi metakognitif. Untuk itu para guru harus mampu untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran untuk mencapai level kognitif tersebut.

Selanjutya, Bpk. Riyadi sebagai pemateri kedua, dalam paparan pembukanya menyampaikan bahwa tugas terberat seorang guru adalah menilai. Mengapa??? Sebab penilaian dapat menentukan kompetensi seseorang, bahkan lebih jauhnya dapat menentukan nasib seseorang. Penilaian adalah dasar dari sebuah pengambilan keputusan.

Penilaian berbasis HOTS, tidak sekedar mengingat, melainkan menyatakan kembali bahkan merumuskan sesuatu yang baru. Adapun karakteristik soal HOTS, antara lain:

  • Bersifat kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif
  • Meminimalkan mengingat dan memahami
  • Kontekstual dalam kehidupan sehari-hari
  • Menggunakaan stimulus yang menarik
  • Kebaruan (update)
  • Tidak familiar

Sedangkan, langkah penyusunan soal HOTS antara lain:

  • Analisis KD menjadi IPK kemudian membuat indikator soal
  • Membuat kisi-kisi soal
  • Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual
  • Menulis butir soal sesuai kisi-kisi
  • Membuat pedoman penskoran dan kunci jawaban
Baca Juga:  Kreativitas Belajar di Masa Pandemi Covid-19 melalui Pembelajaran Berbasis Proyek

Dalam paparan terakhirnya, Bpk. Riyadi menyampaikan bahwa yang perlu diingat oleh setiap guru ketika akan membuat soal HOTS adalah soal HOTS tidak harus sulit.

Peningkatan Profesionalisme Guru SMA melalui Pendampingan Pengembangan Inatrumen Penilaian Autentik

Pemateri pertama dalam sesi kedua ini disampaikan oleh Prof. Dr. Awaludin Tjalla, M.Pd tentang Peningkatan Profesionalisme melalui Assesmen. Beliau menyampaikan, seorang guru harua mampu mempersiapkan siawanya agar dapat sukses dalam kehidupannya di masa yang akan datang pada situasi dan kondisi yang mungkin jauh berbeda. Untuk itu kurikulum merancang pembelajaran untuk menyiapkan siswa agar dapat mengembangkan kompetensi dalam mengahadapi tantangan abad 21.

Guru sebagai pendidik harus mampu memberikan pembelajaran yang terpusat pada siswa, sesuai dengan potensi dan minatnya. Tiga hal pokok dalam kurikulum, yaitu kompetensi, literasi, dan karakter betul-betul harus mampu dibangun oleh guru dalam diri siswanya. Guru yang profesional akan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada siswanya, sekalinya pun kurikulum diubah.

Terakhir sebagai penutup dari Bpk. Awaludin, beliau menyampaikan, “Apapun kurikulumnya hasil pembelajaran bergantung pada profesionalisme guru, yang menuntut kreativitas dan inovasi.”

Baca Juga:  Mikawanoh Jam Sunda, Kumpulan Waktu Warisan Kolot Baheula

Selanjutnya, pemateri kedua yaitu Bpk. Agus, menyampaikan tentang Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik. Penilaian terbagi menjadi:

  • Assasmen as learning, menilai proses pembelajaran (penilaian formatif)
  • Assesmen of learning, mengukur capaian pembelajatan (penilaian sumatif)
  • Assesment for learning, menilai untuk memperbaiki pembelajaran

Assesmen autentik merupakan penilaian yang representatif dan komperhensif untuk mengukur tiga aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penilaian autentik dapat dilakukan dalam bentuk:

  • Penilaian kinerja
  • Penilaian proyek
  • Penilaian portofolio dan jurnal
  • Penilaian tertulis
  • Penilaian diri

Dokumentasi Kegiatan

Demikianlah sedikit materi yang dapat terangkum dari kegiatan hari ini. Keterbatasan waktu yang membuat pemaparan materi dipersingkat. Namun, in syaa Allah kegiatan ini masih akan berlangsung secara daring.

Terima kasih para dosen Pascasarjana UNJ yang telah meluangkan waktunya dan berkenan berbagi ilmunya dengan guru-guru Satman. Semoga dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan SMP Negeri 1 Mande.

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
Instagram
WhatsApp