Puisi-puisi Sederhana, Penuh Makna Deni Kurnia, 24 Agustus 202027 September 2020 Ketika gelora rasa dalam dada telah membuncah, segera tangan mencari pena, dan memulai merangkai kata, menuliskannya di lembar demi lembar kertas. Memang tak semua rasa bisa dikata. Ada yang hanya bisa dinikmati dengan diam, tanpa kata, tanpa suara. Dalam sastra, puisi menjadi satu media mengekspresikan rasa. Kata-kata sederhana, tapi banyak mengungkap aneka makna. Menjadi wakil jiwa untuk berkata-kata. Sahabat, sebagai web resmi sekolah, smpn1mande.sch.id akan menjadi jendela utama melihat aktivitas Satman, juga mewadahi aneka kreativitas guru dan siswa serta semua insan pendidikan yang ada di SMPN 1 Mande, terutama dalam karya-karya tulisan. Nina Gartina Berikut ini beberapa puisi sederhana, karya salah seorang guru di SMPN 1 Mande. Indah rangkaian katanya, in syaa Allah dalam maknanya. Penasaran? Yuk kita baca saja….. Amanah Our last place🍃Hope in our smile paradise💕Mampukah kita mempertanggungjawabkan?Proses belajar kita, begitu tertatih untuk menjalankan segala amanahHanya mampu dada tersesak, ketika hati sudah tak mampu memungkiri sesatnya diri😥Sambil dalam detik itupun juga, dosa-dosa kembali, saking hati sulit terkendali💔Bagaimana ini???????😩 Padahal mati adalah pasti😢 Harap Bisa jadi pada detik ini😭😭😭 Penuh malu kami mau, matikan kami dalam HUSNUL KHATIMAH😇🌹Saya berbuat apa?Mendo’a mereka saja selalu lupaSeperti inikah yang berharap syurga?Amal mana yang bisa kubawa -_-Ya RobbanaaBimbing hamba😭Syurgakan mereka💐 Refleksi Saat saudara kita menghela asapSaat jiwa hanya terus meratap::::::::::::::::::Hijau ituBening itu:::::::::::::::::::Merugi diri, jika iman tak meninggiMerugi diri, jika syukur tak kau ulur:::::::::::::::::Riau, Allah SWT Maha Menguatkan💚💐 Doa Bunda وَٱلسَّلَٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّاDan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.(MARYAM – 33Bagaimanapun dirimu, semoga Shalih🌼Nabi Ismail AS, anak shalih yang dinanti selama 86 tahun oleh Siti Hajar dan Nabi Ibrohim AS, usia 13 tahun harus diqurbankan semata-mata penghambaan tertinggi pada Allah SWT sang Maha Pemilik Hidup. Meski tetap, kecintaan Allah SWT terhadap makhluknya masih tertinggi, sehingga Allah SWT menggantinya🐏🏵️Sekelas Rasulullah SAW saja, seorang makhluk mulia, masih mengagungkan tata cara Ibadah Nabi Ibrohim AS dengan Idul Qurbannya. MasyaaAllah 🍀🌸Lantas kita?Makhluq dho’if yang faqir kasih sayang Allah, hanya wajib dengar dan laksanakan (Sami’na Wa’athona) atas segala nilai kebaikan di dunia demi akhirat kita yang semoga kelak Syurga😢🌺Yaa Bunayya…Do’a kami, hanya ingin kau Shalih.Sebagaimana Nabi Ibrohim AS senantiasa memintanya untuk Ismailnya; sehingga ayat Allah SWT ini terkenal sebagai Do’a Nabi Ibrohim AS🌻ROBIHABLIIMINASHOOLIHIIN (As-Shaffat:100)🌷 Begin to create (Seorang umi, yang senantiasa berharap syurga untuk keluarga) Baca Juga: Bedah Puisi Bu Nina: Jika Rindu Hanya Tertahan Pada Batas Doa Profil Penulis Deni Kurnia Seorang Pembelajar, Tak Lebih. Artikel Terbaru dari Penulis Satman News11 Mei 2026FLS3N 2026 Dimulai, SMPN 1 Mande Siapkan Pendamping dan Strategi Terbaik Satman News11 Mei 2026Upacara Bendera SMPN 1 Mande: Belajar Makna Kehidupan dari Layang-Layang Satman News10 Mei 2026Mengingat Kematian sebagai Tanda Kecerdasan Spiritual Satman News18 Juni 2025Mie Sedaap Berbagi 240 Porsi Mie Gratis di SMPN 1 Mande Cianjur Yang Ini Juga Keren:Makna Matematika dalam Kehidupan, Pesan Inspiratif…Menumbuhkan Makna Pertemanan di SekolahUpacara Bendera SMPN 1 Mande: Belajar Makna… Sastra