Gelar Karya Pendidikan Kejuruan Bidang Pertanian, SMPN 1 Mande Belajar dari Karya Siswa SMK

Cianjur, 13 Agustus 2026 — SMPN 1 Mande turut hadir dalam Gelar Karya Hasil Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan Berbasis Dunia Kerja Tahun 2026 yang digelar Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Pertanian (BBPPMPV Pertanian), Kamis (13/8/2026).

Kegiatan berlangsung di area parkir Gedung Dewi Sartika BBPPMPV Pertanian Cianjur. Acara tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus berbagi praktik baik dari hasil peningkatan kompetensi guru kejuruan berbasis dunia kerja.

SMPN 1 Mande menjadi salah satu sekolah yang mendapat undangan untuk mengunjungi gelar karya tersebut. Dalam kegiatan ini, Kepala SMPN 1 Mande, Pak Asep Supriadi hadir bersama dua guru dan delapan murid.

Kehadiran rombongan SMPN 1 Mande menjadi kesempatan bagi para murid untuk melihat secara langsung berbagai karya yang dikembangkan sekolah-sekolah kejuruan. Mereka tidak hanya melihat produk akhir, tetapi juga mengenal proses pengolahan hingga menghasilkan produk yang memiliki manfaat dan nilai.

“Belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas. Melihat karya secara langsung juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi murid,” demikian semangat yang tercermin dari keikutsertaan SMPN 1 Mande dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah sekolah turut mengirimkan hasil karya dalam gelar karya ini. Di antaranya SMKN 1 Bojongpicung, SMKN Bansari, SMKN 1 Cidaun, SMKN 1 Bawang, SMKN 1 Cikalong, SMKN 5 Pangalengan, SMKN 2 Cimah, SMKN 1 Bawen, SMKN 2 Cilaku, SMKN PP Cianjur, SMKN 1 Mundu, SMKN 2 Cianjur, SMKN 1 Karangtengah, SMKN 1 Sukaluyu, SMKN 1 Tulungagung, SMKN 1 Salam, dan SMKN 1 Cibadak.

Baca Juga:  Sekolah Ramah Anak: Program Nasional yang Kini Diperkuat di Cianjur, Apa Saja Poin Pentingnya?

Bagi murid SMP, beragam karya tersebut dapat menjadi gambaran bahwa keterampilan dan kreativitas dapat dikembangkan sejak dini. Proses dari bahan atau ide sederhana hingga menjadi produk bernilai juga memperlihatkan pentingnya ketekunan, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.

Delapan murid SMPN 1 Mande yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Rajua Latifah dari kelas 7A, Gibran QY dari 8B, Gisha Syawalianti dari 9E, Keira Agisna A dari 9C, Muhammad Hanif M dari 9A, Halimatu Syadiah dari 8F, Yulia Rahma A dari 9B, dan Revan dari 8H.

Mereka didampingi Kepala SMPN 1 Mande Pak Asep Supriadi, Pak Nico, dan Bu Sera.

Kegiatan ini juga memperluas wawasan murid mengenai dunia pendidikan kejuruan. Mereka dapat melihat bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu menghasilkan karya yang tidak berhenti sebagai tugas sekolah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat.

Bagi SMPN 1 Mande, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran di luar kelas. Dari gelar karya, para murid diajak melihat bahwa sebuah karya lahir melalui proses panjang: belajar, mencoba, mengolah, memperbaiki, hingga menghasilkan sesuatu yang bermakna.

Gelar karya akhirnya bukan sekadar ajang memamerkan produk. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berbagi inspirasi dan menumbuhkan keberanian murid untuk berkarya.