Tiga Bentuk Kegiatan Kokurikuler di Sekolah

SMPN 1 Mande — Satuan pendidikan kini memiliki referensi dalam merancang kegiatan kokurikuler melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning. Panduan tersebut dapat menjadi acuan bagi sekolah dan pendidik dalam menciptakan ruang belajar yang lebih bermakna serta mendukung pengembangan berbagai potensi murid.
Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang berfungsi memperkuat, memperdalam, dan memperkaya pembelajaran intrakurikuler. Pelaksanaannya diarahkan pada pengembangan delapan dimensi profil lulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik murid dan konteks masing-masing satuan pendidikan.
Melalui kegiatan kokurikuler, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Murid dapat memperoleh pengalaman belajar melalui kegiatan kolaboratif, pembiasaan positif, maupun berbagai bentuk kegiatan lain yang relevan dengan kebutuhan sekolah.
Tiga Bentuk Kegiatan Kokurikuler
Dalam panduan tersebut, kegiatan kokurikuler dibagi menjadi tiga bentuk utama yang dapat dipilih dan dikembangkan oleh satuan pendidikan.
Pertama, kokurikuler melalui Pembelajaran Kolaboratif Lintas Disiplin Ilmu.
Kegiatan ini memungkinkan murid mempelajari suatu tema atau permasalahan dengan melibatkan lebih dari satu bidang ilmu. Pembelajaran lintas disiplin dapat membantu murid melihat keterkaitan antara berbagai pengetahuan dan menggunakannya dalam menghadapi persoalan yang ada di kehidupan nyata.
Kedua, kokurikuler melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).
Kegiatan kokurikuler juga dapat dikembangkan melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Pendekatan ini memberikan ruang bagi sekolah untuk menumbuhkan kebiasaan positif pada murid melalui kegiatan yang terencana dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, kokurikuler melalui cara lainnya.
Selain dua bentuk tersebut, satuan pendidikan dapat mengembangkan kegiatan kokurikuler melalui bentuk lain sesuai dengan karakteristik murid, kebutuhan sekolah, serta konteks lokal masing-masing.
Fleksibilitas tersebut memberikan kesempatan kepada sekolah untuk merancang kegiatan yang relevan tanpa harus mengabaikan tujuan pengembangan murid secara menyeluruh.
Mendorong Pembelajaran yang Lebih Bermakna
Pendekatan Pembelajaran Mendalam menempatkan pengalaman belajar yang bermakna sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Karena itu, kegiatan kokurikuler dapat dirancang agar murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan, berkolaborasi, memecahkan masalah, dan melakukan refleksi.
Dengan pendekatan tersebut, kokurikuler diharapkan tidak dipandang sekadar sebagai kegiatan tambahan. Kegiatan ini dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang membantu murid menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Panduan Dapat Diunduh
Bagi satuan pendidikan, pendidik, maupun komunitas pendidikan yang membutuhkan referensi, panduan kokurikuler dan panduan Pembelajaran Mendalam dapat diakses melalui tautan berikut:
💚 Panduan Kokurikuler:
https://s.id/Panduan_Kokurikuler
💙 Panduan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning):
https://s.id/Panduan-Pembelajaran-Asesmen
Panduan tersebut juga mohon diteruskan kepada komunitas pendidikan, seperti KKG, MGMP, FKKS, FKPS, dan komunitas pendidikan lainnya di wilayah masing-masing.
Informasi dan panduan ini diharapkan dapat membantu satuan pendidikan dalam merancang kegiatan kokurikuler yang sesuai dengan karakteristik murid dan kebutuhan lingkungan sekolah.
Sumber: DATADIKDASMEN
📱 Ikuti saluran DATADIKDASMEN di WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VaJejoW9sBICHwLQ2a3s




