Jejak Sunyi yang Tak Terlupakan: Perpisahan Ibu Sri Budiyati, Penjaga Jendela Ilmu SMPN 1 Mande

Ada pertemuan, ada pula perpisahan. Begitulah perjalanan hidup. Namun, ada perpisahan yang meninggalkan ruang hening di hati, karena yang pergi bukan sekadar rekan kerja, melainkan sosok yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah sekolah.

Tahun ini, keluarga besar SMPN 1 Mande mengantarkan salah satu putra terbaiknya memasuki masa purna tugas. Beliau adalah Ibu Sri Budiyati, Kepala Perpustakaan SMPN 1 Mande, yang telah mengabdikan diri dengan penuh ketulusan selama puluhan tahun.

Sebelum bertugas di SMPN 1 Mande pada tahun 2000, Ibu Sri mengawali pengabdiannya di VEDCA sejak tahun 1990. Pengalaman panjang itu kemudian dibawa ke SMPN 1 Mande, tempat beliau menorehkan begitu banyak cerita, kenangan, dan dedikasi.

Selama 25 tahun mengabdi di SMPN 1 Mande, perpustakaan bukan hanya menjadi tempat menyimpan buku. Di tangan Ibu Sri, perpustakaan menjadi ruang belajar, ruang bertanya, bahkan ruang berbagi cerita.

Bagi banyak siswa, beliau adalah sosok yang ramah dan sabar. Tak sedikit anak-anak yang datang bukan hanya untuk meminjam buku, tetapi juga untuk bercerita dan mencurahkan isi hati. Beliau selalu berusaha menjadi pendengar yang baik, memberikan perhatian, dan menyambut setiap siswa dengan senyum yang menenangkan.

Ketika mengenang masa pengabdiannya, Ibu Sri mengaku merasa bahagia karena selama bertugas beliau merasakan penghargaan dan kebersamaan yang begitu hangat dari seluruh rekan kerja.

“Tidak terasa sudah 25 tahun. Saya senang berada di SMPN 1 Mande karena merasa dihargai oleh teman-teman. Berat rasanya harus meninggalkan tempat ini,” ungkap beliau.

Baca Juga:  Hari Santri 2024: Tanggal, Sejarah, dan Peran Penting Santri dalam Kemerdekaan

Di balik semua kenangan indah itu, beliau juga tersenyum ketika mengingat satu hal yang terkadang menjadi tantangan sehari-hari: mengingatkan siswa agar mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu. Sebuah cerita sederhana yang justru menjadi warna dalam perjalanan panjang pengabdiannya.

Kini, masa tugas telah usai. Namun, dedikasi yang telah diberikan tidak akan ikut berakhir. Ribuan buku yang pernah beliau tata, ribuan siswa yang pernah beliau layani, dan ribuan kenangan yang telah tercipta akan tetap menjadi bagian dari sejarah SMPN 1 Mande.

Menjelang purna tugas, Ibu Sri menyampaikan harapan yang sederhana namun penuh makna. Beliau berharap SMPN 1 Mande terus berkembang menjadi sekolah yang semakin maju, semakin baik, dan terus melahirkan generasi-generasi yang membanggakan.

Seluruh keluarga besar SMPN 1 Mande mengucapkan terima kasih atas segala pengabdian, kesabaran, kerja keras, serta kasih sayang yang telah Ibu Sri Budiyati berikan selama ini.

Selamat memasuki masa purna bakti, Ibu Sri Budiyati.

Semoga setiap langkah pengabdian yang telah ditorehkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, dan umur yang penuh manfaat.

Jejak pengabdian boleh berakhir, tetapi keteladanan akan selalu hidup dalam ingatan. Nama Ibu Sri Budiyati akan tetap menjadi bagian dari cerita indah perjalanan SMPN 1 Mande.