Puskesmas Kademangan Gelar Edukasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis di SMPN 1 Mande

Mande, 19 Oktober 2026 — SMP Negeri 1 Mande menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) yang diinisiasi oleh Puskesmas Kademangan, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kesehatan jiwa di lingkungan sekolah melalui edukasi dan pendampingan bagi warga sekolah.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB tersebut menghadirkan dua pemateri dari Puskesmas Kademangan, yaitu Endah Aprilia Budianto, S.KM., dan Ns. Mokh. Ridwan Ginanja, S.Kep. Dari pihak SMPN 1 Mande, kegiatan ini didampingi oleh Pa Faisal, Bu Santi, Bu Dini, dan Bu Hesti.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Pada pukul 08.00–09.00 WIB, peserta mengikuti fasilitasi pelaksanaan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) yang ditujukan kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK), penanggung jawab UKS, serta anggota Palang Merah Remaja (PMR).
Selanjutnya, pukul 09.00–11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan program Puskesmas Go to School untuk penguatan kesehatan jiwa di sekolah. Sesi ini menyasar peserta didik kelas VIII dan kelas XI sesuai dengan agenda kegiatan yang disusun oleh Puskesmas Kademangan.
Membangun Kepedulian terhadap Kesehatan Jiwa
Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. Di lingkungan sekolah, berbagai pengalaman dan tantangan dapat memengaruhi kondisi emosional siswa, mulai dari kesulitan beradaptasi, tekanan belajar, hingga persoalan dalam hubungan pertemanan.
Melalui edukasi P3LP, warga sekolah diharapkan semakin memahami pentingnya memberikan respons awal yang tepat ketika seseorang mengalami tekanan psikologis. Dukungan yang empatik, kesediaan untuk mendengarkan, serta sikap tidak menghakimi merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik untuk menyampaikan perasaan dan persoalan yang dihadapi.
Guru, pengelola UKS, dan anggota PMR juga memiliki peran strategis dalam membangun budaya saling peduli di sekolah. Dengan pemahaman yang memadai, mereka diharapkan dapat mengenali kebutuhan dukungan awal dan membantu mengarahkan peserta didik kepada pihak yang kompeten apabila diperlukan.
Sinergi Puskesmas dan Sekolah
Kegiatan ini mencerminkan pentingnya sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan satuan pendidikan dalam mendukung kesehatan peserta didik secara menyeluruh. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai lingkungan yang perlu mendukung kesejahteraan fisik, sosial, dan psikologis siswa.
Kehadiran tim Puskesmas Kademangan di SMPN 1 Mande menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memperkuat pemahaman mengenai kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan. Pendampingan dari pihak sekolah turut mendukung pelaksanaan kegiatan agar selaras dengan kebutuhan warga sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Mande diharapkan semakin mampu menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa serta membangun lingkungan belajar yang suportif, inklusif, dan bebas dari stigma terhadap individu yang sedang menghadapi persoalan psikologis.
Penguatan kesehatan jiwa di sekolah membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Dengan komunikasi yang baik, kepedulian, dan dukungan yang tepat, sekolah dapat menjadi ruang yang lebih aman bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, serta menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
SMPN 1 Mande terus mendukung upaya kolaboratif dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik.




