50 Perintah AI untuk Guru: Praktis Membuat Media Pembelajaran, LKPD, Soal, dan Bahan Ajar

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan efisien. Salah satu cara memanfaatkan AI adalah menggunakan perintah atau prompt yang spesifik agar hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Bagi guru yang menggunakan ChatGPT, menulis perintah secara tepat dapat membantu mempercepat pembuatan media visual, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal evaluasi, bahan presentasi, hingga perencanaan pembelajaran.

Infografik 50 Perintah AI untuk Guru merangkum berbagai kode perintah yang dapat dijadikan pola awal untuk membantu pekerjaan tersebut. Guru cukup memilih kode yang sesuai, mengganti mata pelajaran, kelas, dan materi, kemudian memasukkannya ke ChatGPT.

Apa Itu 50 Perintah AI untuk Guru?

50 perintah AI untuk guru merupakan kumpulan pola instruksi yang dirancang untuk membantu guru menghasilkan berbagai bahan pembelajaran dengan lebih mudah.

Setiap perintah memiliki tujuan tertentu. Ada yang digunakan untuk membuat gambar edukasi, menyusun LKPD, membuat soal pilihan ganda, merancang presentasi, hingga memeriksa pemahaman murid.

Perlu dipahami bahwa kode-kode tersebut bukan fitur resmi atau perintah bawaan ChatGPT. Kode tersebut merupakan pola prompt yang disusun untuk memudahkan guru memberikan instruksi. Hasilnya bergantung pada kejelasan perintah, konteks, serta kemampuan AI dalam mengerjakan tugas yang diminta.

Cara Menggunakan Perintah AI untuk Guru

Penggunaannya cukup sederhana. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

1. Pilih perintah yang dibutuhkan

Tentukan terlebih dahulu bahan pembelajaran yang ingin dibuat. Misalnya, gambar siklus air, LKPD pecahan, kuis IPAS, atau storyboard pembelajaran.

2. Salin pola perintah

Salin kode dan instruksi yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa memperhatikan jenis hasil yang ingin diperoleh.

3. Sesuaikan mata pelajaran, kelas, dan materi

Ganti bagian yang masih berupa contoh dengan informasi pembelajaran yang sebenarnya.

Contohnya:

@Buat gambar /kuizvisual [mata pelajaran] [kelas] – [materi]

Perintah tersebut dapat disesuaikan menjadi:

@Buat gambar /kuizvisual IPAS kelas 5 – siklus air

4. Masukkan ke ChatGPT dan kirim

Tempelkan perintah yang sudah disesuaikan ke kolom percakapan ChatGPT, lalu kirimkan.

5. Periksa dan sempurnakan hasilnya

Hasil AI tidak selalu langsung siap digunakan. Guru perlu memeriksa ketepatan materi, bahasa, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, serta kualitas gambar atau soal yang dihasilkan.

Jika hasilnya belum sesuai, berikan instruksi tambahan untuk memperbaikinya.

A. Perintah untuk Membuat Media Visual dan Gambar Edukasi

Bagian pertama berisi delapan perintah yang berfokus pada pembuatan media visual. Media semacam ini dapat membantu menjelaskan materi yang sulit dipahami hanya melalui uraian teks.

No.Kode perintahKegunaan
1/lkpdvisualMembantu membuat LKPD visual, misalnya materi siklus air.
2/poster3dMembuat konsep poster tiga dimensi, misalnya bangun ruang.
3/explodedviewMenampilkan bagian-bagian objek seolah-olah terurai.
4/cutawayMemvisualisasikan bagian dalam suatu objek, misalnya gunung berapi.
5/blueprintMembuat konsep gambar rancangan atau cetak biru.
6/papercraftMembuat konsep visual kerajinan kertas bertema pendidikan.
7/isometricMembuat ilustrasi dengan sudut pandang isometrik.
8/crosssectionMemvisualisasikan penampang atau lapisan suatu objek, misalnya lapisan bumi.

Perintah-perintah tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat ilustrasi pendukung pembelajaran. Guru bisa menggunakannya sebagai bahan presentasi, poster kelas, atau media diskusi.

Namun, kode dan hasil visualnya perlu diuji. Tidak semua kode akan dipahami dengan cara yang sama oleh setiap model AI.

B. Perintah untuk Membuat LKPD dan Aktivitas Murid

LKPD merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang sering membutuhkan waktu untuk disiapkan. AI dapat membantu menyusun kerangka kegiatan, pertanyaan, dan aktivitas sesuai materi.

No.Kode perintahKegunaan
9/lkpdvisualMenyusun LKPD dengan dukungan visual.
10/activitysheetMembuat lembar aktivitas murid.
11/matchingworksheetMembuat lembar kerja memasangkan gambar, kata, atau konsep.
12/coloringworksheetMenyusun lembar mewarnai edukatif.
13/evidencehuntMerancang aktivitas mencari bukti atau informasi.
14/experimentcardMembuat kartu panduan eksperimen.
15/classmissionMerancang misi atau tantangan pembelajaran.
16/projectworksheetMenyusun lembar kerja untuk kegiatan proyek.

Sebagai contoh, guru dapat meminta AI membuat lembar aktivitas tentang rantai makanan untuk kelas 5. Instruksi sebaiknya menjelaskan tujuan kegiatan, alat dan bahan jika diperlukan, langkah kerja, serta pertanyaan refleksi.

Baca Juga:  Mengingat Kematian sebagai Tanda Kecerdasan Spiritual

Untuk eksperimen atau proyek, guru juga perlu memeriksa aspek keselamatan, ketersediaan alat, dan kesesuaian aktivitas dengan kondisi sekolah.

C. Perintah untuk Membuat Soal, Kuis, dan Asesmen

Penyusunan soal merupakan pekerjaan penting untuk mengetahui sejauh mana murid memahami materi. AI dapat membantu membuat variasi soal sehingga guru tidak harus memulai semuanya dari awal.

No.Kode perintahKegunaan
17/quizvisualMembuat konsep kuis dengan dukungan visual.
18/hottestMembantu merancang soal berorientasi HOTS.
19/multiplechoiceMenyusun soal pilihan ganda.
20/shortanswerMembuat soal dengan jawaban singkat.
21/truefalseMenyusun pernyataan benar atau salah.
22/questionbankMembuat kumpulan soal berdasarkan materi.
23/rubric4levelMenyusun rubrik penilaian empat tingkat.
24/exiticketMembuat exit ticket untuk mengevaluasi pemahaman di akhir pelajaran.

Misalnya, guru ingin membuat 10 soal pilihan ganda tentang ekosistem untuk kelas 5. Guru dapat meminta AI menyusun soal dengan empat pilihan jawaban, kunci jawaban, dan penjelasan singkat.

Agar lebih berkualitas, instruksi perlu menyebutkan tingkat kesulitan, tujuan pembelajaran, dan kemampuan yang ingin diukur.

Guru juga perlu memastikan bahwa kunci jawaban benar dan setiap soal tidak menimbulkan penafsiran ganda.

D. Perintah untuk Presentasi, Komik, dan Literasi

Materi pembelajaran dapat disampaikan melalui berbagai bentuk. Selain teks dan penjelasan lisan, guru dapat memanfaatkan komik, peta konsep, kartu kosakata, serta presentasi visual.

No.Kode perintahKegunaan
25/comiclessonMerancang komik pembelajaran.
26/storyboardMenyusun urutan adegan untuk video atau pembelajaran visual.
27/readingposterMembuat konsep poster kegiatan membaca.
28/mindmapmakerMenyusun peta pikiran atau mind map.
29/presentation3dMembantu merancang presentasi visual tiga dimensi.
30/infographic3dMembuat konsep infografik tiga dimensi.
31/vocabularycardsMembuat kartu kosakata.
32/storyillustrationMenyusun ilustrasi cerita untuk pembelajaran.

Sebagai contoh, guru Bahasa Indonesia dapat menggunakan AI untuk merancang komik tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sementara itu, guru Bahasa Inggris dapat membuat kartu kosakata tentang kegiatan sehari-hari.

Penggunaan media visual dapat menjadi variasi pembelajaran, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan usia, kemampuan membaca, dan kebutuhan murid.

E. Perintah untuk Perencanaan dan Diferensiasi Pembelajaran

AI tidak hanya dapat membantu membuat bahan ajar. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk menyusun rancangan pembelajaran dan menyiapkan variasi aktivitas bagi murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda.

No.Kode perintahKegunaan
33/deepplanMembantu menyusun rencana pembelajaran mendalam.
34/lessonplanMembuat rancangan atau rencana pembelajaran.
35/learningobjectiveMerumuskan tujuan pembelajaran.
36/differentiationMerancang variasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid.
37/questionstarterMembuat pertanyaan pemantik.
38/dailyexampleMemberikan contoh penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari.
39/remedialplusMenyusun alternatif kegiatan remedial.
40/reflectionteacherMembantu guru menyusun refleksi pembelajaran.

Misalnya, guru Matematika sedang mengajarkan pecahan. AI dapat diminta menyusun kegiatan dengan tiga tingkat dukungan: kegiatan dasar untuk murid yang masih membutuhkan bantuan, kegiatan reguler untuk murid yang sudah memahami konsep, dan tantangan tambahan untuk murid yang membutuhkan pengayaan.

Meskipun demikian, guru tetap perlu menggunakan hasil asesmen dan pengamatan nyata di kelas. AI tidak dapat menggantikan pengetahuan guru mengenai kondisi, kemampuan, dan perkembangan setiap murid.

F. Perintah untuk Memeriksa Materi dan Mengembangkan Kreativitas Kelas

Bagian terakhir berisi perintah untuk membantu guru memeriksa materi, mengidentifikasi kesulitan belajar, serta mengembangkan suasana kelas yang lebih positif.

No.Kode perintahKegunaan
41/factcheckclassMembantu memeriksa fakta dalam materi pembelajaran.
42/tpcheckMembantu memeriksa kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran.
43/lessondebugMeninjau kelemahan rancangan pembelajaran.
44/misconceptioncheckMengidentifikasi kemungkinan miskonsepsi murid.
46/icebreakengineMerancang kegiatan pembuka singkat atau ice breaking.
47/classroomposterMembuat konsep poster untuk suasana dan aturan kelas.
48/rewardstickerMembuat konsep stiker apresiasi.
49/projectideaMenghasilkan ide proyek pembelajaran.
50/auditworksheetMembantu memeriksa isi dan kelayakan LKPD.

Catatan: Infografik yang menjadi acuan mencantumkan nomor 45 dan langsung berlanjut ke nomor 46. Karena kode nomor 45 tidak terlihat pada gambar, kode tersebut tidak ditambahkan agar informasi tidak dibuat-buat.

Dalam penerapannya, guru dapat menggunakan AI untuk meninjau apakah materi sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, apakah instruksi mudah dipahami, dan apakah soal berpotensi menimbulkan miskonsepsi.

Hasil pemeriksaan tetap perlu diverifikasi dengan sumber yang tepercaya dan dokumen kurikulum yang berlaku.

Tips agar Hasil AI Lebih Tepat

Agar hasil yang diberikan AI benar-benar bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Tuliskan konteks dengan jelas.

Sebutkan mata pelajaran, kelas, materi, tujuan pembelajaran, dan bentuk hasil yang diinginkan. Semakin jelas instruksi, semakin mudah AI memahami kebutuhan guru.

2. Berikan batasan yang spesifik.

Contohnya, minta LKPD dua halaman, soal dengan empat pilihan jawaban, atau poster dengan bahasa sederhana dan ilustrasi yang sesuai untuk murid sekolah dasar.

3. Gunakan bahasa yang mudah dipahami.

Jika hasilnya terlalu rumit, minta AI menyederhanakan bahasa dan menyesuaikannya dengan tingkat perkembangan murid.

4. Verifikasi isi sebelum digunakan.

Periksa fakta, rumus, kunci jawaban, ejaan, serta kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran. Jangan langsung membagikan hasil AI kepada murid tanpa peninjauan.

5. Perhatikan privasi murid.

Hindari memasukkan nama lengkap, data pribadi, nilai individual, atau informasi sensitif murid ke dalam layanan AI tanpa dasar dan perlindungan yang sesuai.

6. Jadikan AI sebagai asisten, bukan pengganti guru.

AI membantu mempercepat pekerjaan, tetapi keputusan pedagogis tetap berada di tangan guru. Kreativitas, pengalaman, dan pemahaman guru terhadap murid tetap menjadi bagian utama dari pembelajaran yang bermakna.

Penutup

Pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Guru dapat memulainya dengan tugas sederhana, seperti membuat soal, menyusun LKPD, menyiapkan gambar edukasi, atau merancang pertanyaan pemantik.

Kumpulan 50 pola perintah di atas dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi kemampuan ChatGPT. Namun, kode-kode tersebut bukan jaminan bahwa hasil akan langsung sempurna. Guru tetap perlu memberikan instruksi yang jelas, mengevaluasi hasil, dan melakukan perbaikan sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, teknologi yang baik bukan sekadar membuat pekerjaan lebih cepat, melainkan membantu guru menyediakan pengalaman belajar yang lebih relevan, menarik, dan bermakna bagi murid.