Kapolsek Mande Jadi Pembina Upacara di SMPN 1 Mande, Sampaikan Pesan tentang Persaingan dan Bahaya Bullying

MANDE – Suasana upacara penaikan bendera di SMP Negeri 1 Mande pada Senin (26/10/2026) terasa istimewa. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mande, Bapak AKP Eriyanto, S.H., M.H., hadir sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan pesan penting tentang tantangan masa depan, persaingan di era teknologi, serta pentingnya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Upacara yang dilaksanakan dengan petugas dari kelas IX I tersebut berlangsung sebagai momentum untuk menanamkan kedisiplinan, membangun karakter, dan menumbuhkan kesadaran siswa dalam menghadapi tantangan zaman.
Persaingan Masa Kini Semakin Ketat
Dalam amanatnya, AKP Eriyanto mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Persaingan semakin ketat sehingga para siswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih siap menghadapi masa depan.
Ia mencontohkan persaingan dalam seleksi menjadi anggota kepolisian. Jika dahulu jumlah pendaftar relatif sedikit, kini semakin banyak orang yang ingin mengikuti seleksi tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap cita-cita membutuhkan persiapan, kemampuan, dan kesungguhan.
Menurutnya, persaingan pada masa mendatang tidak hanya terjadi antarsiswa dalam satu sekolah. Dengan perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi, para siswa juga berpeluang menghadapi persaingan yang lebih luas, bahkan dengan generasi muda dari negara lain.
Karena itu, para siswa perlu terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan kualitas diri agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
Guru Memiliki Peran Penting dalam Menyiapkan Generasi Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, AKP Eriyanto juga menyampaikan pesan kepada para guru agar senantiasa memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak bangsa.
Guru, menurutnya, merupakan profesi yang mulia karena memiliki peran penting dalam mendidik dan mempersiapkan generasi penerus bangsa. Pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan membekali siswa agar siap menghadapi kehidupan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mempersiapkan generasi masa depan merupakan tanggung jawab bersama. Guru, orang tua, dan lingkungan sekolah perlu bersinergi agar siswa tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Jangan Ada Bullying di Lingkungan Sekolah
Salah satu pesan yang mendapat perhatian khusus dalam amanat Kapolsek Mande adalah ajakan untuk mencegah segala bentuk perundungan atau bullying di sekolah.
Ia berharap lingkungan SMPN 1 Mande senantiasa terjaga dari perilaku saling mengejek, menghina, merendahkan, maupun melakukan perundungan, baik karena kondisi fisik maupun perbedaan lainnya.
Para siswa diajak untuk melakukan introspeksi dan memahami bahwa setiap orang memiliki kedudukan yang sama sebagai ciptaan Allah Swt. Tidak ada alasan untuk merasa lebih tinggi atau lebih baik daripada orang lain hingga merendahkannya.
AKP Eriyanto juga mengingatkan bahwa seseorang yang menjadi sasaran ejekan hari ini belum tentu akan terus berada dalam keadaan yang sama pada masa depan. Sebaliknya, orang yang merasa lebih unggul dan gemar menghina orang lain juga belum tentu meraih keberhasilan.
Masa depan merupakan rahasia Allah Swt. Seseorang yang hari ini diremehkan bisa saja kelak menjadi orang yang sukses, sementara orang yang merendahkan orang lain belum tentu mencapai keberhasilan yang diharapkannya.
Pesan tersebut mengandung pelajaran penting bagi para siswa: jangan menilai seseorang hanya berdasarkan keadaan, penampilan, atau kekurangannya saat ini. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
Sekolah semestinya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa untuk belajar, bertumbuh, serta mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut dihina atau dirundung.
Sambut Siswa dengan Budaya 5S

Kehadiran Kapolsek Mande di SMPN 1 Mande tidak hanya terlihat saat menjadi pembina upacara. Sebelum kegiatan dimulai, beliau turut berdiri di depan gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan para siswa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penerapan budaya 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
Penyambutan siswa di gerbang sekolah menjadi bentuk keteladanan dalam membangun hubungan yang positif antara pendidik, pihak sekolah, dan peserta didik. Melalui kebiasaan sederhana tersebut, diharapkan tumbuh suasana sekolah yang ramah, disiplin, dan penuh rasa saling menghormati.
Kuis Berhadiah Tutup Amanat

Di akhir amanatnya, AKP Eriyanto mengajak para peserta upacara berinteraksi melalui kuis. Sejumlah pertanyaan disampaikan kepada siswa, dan peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah uang.
Suasana ini menjadi penutup amanat yang menarik. Selain memberikan motivasi, kuis tersebut juga mendorong siswa untuk menyimak pesan yang disampaikan serta berani menunjukkan pengetahuan dan kemampuan mereka.
Kehadiran Kapolsek Mande dalam upacara penaikan bendera ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan sekolah, khususnya dalam membangun kedisiplinan, menanamkan karakter positif, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan.
Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah bahwa menghadapi persaingan masa depan tidak cukup hanya dengan kemampuan akademik dan penguasaan teknologi. Sikap saling menghargai, kepedulian, dan karakter yang baik juga merupakan bekal penting untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Foto Bersama



Liputan: DK, SR




