Buat para guru SMP, ini adalah rangkuman modul Literasi Algoritma dan Konten Digital bagi Guru SMP, yang dikeluarkan Dirjen GTK. Selamat membaca
Transformasi Pendidikan Menuju Era Digital
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah merilis Modul Bimtek TOT Fase D bertajuk Literasi Algoritma dan Konten Digital. Modul ini bertujuan membekali para guru dengan keterampilan berpikir komputasional dan kemampuan produksi konten digital yang esensial di era teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).
Tujuan dan Capaian Pelatihan
Modul ini dirancang agar peserta pelatihan:
- Mampu mengelola dan menganalisis data dengan pendekatan berpikir komputasional.
- Menyusun instruksi terstruktur berbasis algoritma.
- Memproduksi dan mendesiminasikan konten digital yang relevan dan etis.
- Mereflesikan dan mengembangkan inovasi konten digital.
Pendekatan ini menyatukan empat pilar berpikir komputasional: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.
Pengelolaan Data dan Penyusunan Instruksi
Berpikir Komputasional dalam Praktik Sehari-hari
Pengelolaan data bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi dasar pengambilan keputusan yang efektif. Peserta pelatihan belajar memecah masalah kompleks menjadi submasalah kecil (dekomposisi), mengidentifikasi pola (pattern recognition), menyederhanakan informasi (abstraksi), hingga menyusun langkah instruksional logis (algoritma).
Contoh praktis yang dibahas adalah analisis waktu tempuh kendaraan berdasarkan data jalan, lalu lintas, cuaca, dan jarak menggunakan spreadsheet atau aplikasi block-based coding seperti Scratch.
Produksi dan Diseminasi Konten Digital
Menjadi Produsen, Bukan Sekadar Konsumen
Guru didorong menjadi kreator konten digital yang efektif dan bertanggung jawab. Materi pelatihan mencakup:
- Prinsip komunikasi digital.
- Strategi storytelling dan desain grafis.
- Prinsip layout: kesatuan, keseimbangan, proporsi, irama, fokus, kontras, dan repetisi.
Peserta dilatih membuat konten video edukatif yang dikembangkan dari hasil pengolahan data dan instruksi yang telah mereka susun.
Saluran Diseminasi dan Evaluasi Dampak
Konten yang telah dibuat disebarluaskan melalui platform seperti YouTube dan TikTok. Proses ini dilanjutkan dengan evaluasi menggunakan alat analitik media sosial (Google Analytics, Hootsuite, dll.) untuk memahami efektivitas jangkauan dan interaksi audiens.
Penutup
Modul ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kritis, etika digital, dan semangat inovatif kepada guru sebagai agen perubahan. Melalui pendekatan yang sistematis dan aplikatif, pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga bijak dan kreatif dalam menggunakannya.
Profil Penulis

Artikel Terbaru dari Penulis
Satman News4 Februari 2026Taman Pun Berkontribusi dalam Pembelajaran Murid, Percaya?
Satman News2 Februari 2026Menumbuhkan Makna Pertemanan di Sekolah
Satman News30 Januari 2026SMP Negeri 1 Mande Gelar Pemilihan MPK dan OSIS Tahun 2026
Satman News12 Januari 2026SMPN 1 Mande Gelar In House Training 2026 untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran






