Upacara Bendera SMPN 1 Mande: Syukuri Kelulusan dengan Cara yang Sesuai Syariat

MANDE — SMPN 1 Mande melaksanakan upacara pengibaran bendera pada Senin, 25 Mei 2026. Upacara berlangsung dengan khidmat di lapangan sekolah, dengan petugas upacara dari pengurus OSIS dan MPK. Bertindak sebagai pembina upacara, Bu Yuliana Gultom menyampaikan amanat yang berfokus pada pentingnya rasa syukur, khususnya bagi murid kelas IX yang telah dinyatakan lulus.

Dalam pembukaan amanatnya, Bu Yuliana Gultom menyampaikan apresiasi kepada OSKA selaku pelaksana upacara yang telah menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Beliau kemudian mengajak seluruh murid untuk mensyukuri kelulusan dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Menurutnya, masih banyak pelajar yang salah mengekspresikan rasa syukur, seperti melakukan konvoi kendaraan, corat-coret pakaian, hingga perilaku yang bertentangan dengan norma agama.

“Kadang kita lupa bersyukur. Syukur jangan salah jalan. Tidak semua yang viral harus ditiru, apalagi yang buruk,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Dalam amanatnya, ia menjelaskan bahwa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan diwujudkan melalui hati, lisan, dan perbuatan sebagai bentuk terima kasih kepada Allah SWT.

Baca Juga:  SMPN 1 Mande Gelar Asesmen Sumatif Akhir Jenjang 2026 Secara Offline

Ia menyampaikan dua bentuk syukur yang harus dijaga oleh setiap muslim, yaitu melaksanakan ibadah wajib serta menjalankan ketaatan dengan menjauhi kemaksiatan.

“Bersyukur itu bukan hanya mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga menjaga diri dalam ketaatan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bu Yuliana Gultom menegaskan bahwa ekspresi kebahagiaan atas kelulusan harus tetap disesuaikan dengan norma Islam. Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia dan agama tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, rasa takut kepada Allah menjadi benteng utama agar seseorang mampu menjaga perilaku dan menjauhi perbuatan yang tidak baik.

“Tidak corat-coret baju, kenapa? Karena takut kepada Allah. Tidak membuka aurat, kenapa? Karena takut kepada Allah,” katanya.

Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh murid untuk menjadi pribadi yang memiliki rasa takut kepada Allah dalam arti menjaga diri dari perbuatan yang dilarang agama.

“Jadilah penakut, takut kepada Allah,” pesannya.

Upacara berlangsung tertib dan diikuti seluruh warga sekolah dengan penuh perhatian. Amanat yang disampaikan diharapkan menjadi pengingat bagi para murid untuk mengekspresikan rasa syukur secara bijak, positif, dan sesuai tuntunan agama.

Baca Juga:  [Video] Satman Virtual Graduation

Galeri Foto

Profil Penulis

Redaksi
Redaksi