Cianjur, Senin, 27 April 2026, Upacara penaikan bendera hari Senin berlangsung khidmat dengan petugas dari kelas 7H. Kegiatan ini menjadi momentum pembelajaran karakter, sejalan dengan tema yang diangkat: “Meneladani Semangat Kartini.”
Bertindak sebagai pembina upacara, Bu Santi Kurniawati, M.Pd., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya pembentukan karakter pelajar. Sebelum memulai amanat, beliau terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada pengurus OSIS dan MPK yang telah melatih kelas 7H hingga mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Meneladani Kartini dari Kesadaran Diri
Dalam amanatnya, pembina upacara menyoroti salah satu karakter utama Kartini, yakni sadar diri. Menurutnya, kesadaran diri merupaakan fondasi bagi lahirnya sikap disiplin, empati, dan tanggung jawab.
Pelajar yang memiliki kesadaran diri, lanjutnya, akan menjalankan kewajiban tanpa paksaan. Mereka tidak merasa keberatan mematuhi aturan sekolah, menyelesaikan tugas pelajaran, maupun berpakaian sesuai ketentuan.
“Kesadaran diri membuat kita melakukan hal benar bukan karena diawasi, tetapi karena memahami itu adalah kewajiban,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Kepedulian sebagai Cermin Karakter
Selain sadar diri, nilai lain yang ditekankan adalah kepedulian. Pembina menjelaskan bahwa kepedulian tidak hanya terbatas pada satu aspek, tetapi mencakup tiga dimensi utama:
- Peduli terhadap diri sendiri
- Peduli terhadap sesama
- Peduli terhadap lingkungan
Ia menegaskan, jika sikap peduli benar-benar tertanam dalam diri pelajar, maka lingkungan sekolah akan mencerminkan kondisi yang bersih, tertib, dan nyaman.
“Tidak akan ada kelas yang kotor jika setiap siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungannya,” tegasnya.
Refleksi Nilai Kartini di Lingkungan Sekolah
Upacara ini tidak sekadar rutinitas mingguan, tetapi juga menjadi sarana refleksi nilai-nilai perjuangan Kartini dalam konteks kehidupan pelajar masa kini. Semangat Kartini diterjemahkan dalam tindakan nyata: disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Dengan pelaksanaan yang tertib oleh kelas 7H, upacara hari ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter melalui kegiatan sekolah dapat berjalan efektif jika didukung oleh kerja sama antara siswa, OSIS, MPK, dan guru pembina.
Kesimpulan
Tema “Meneladani Semangat Kartini” dalam upacara ini menegaskan bahwa nilai perjuangan tidak hanya dikenang, tetapi harus dihidupkan dalam perilaku sehari-hari.
Kesadaran diri dan kepedulian menjadi dua pilar utama yang, jika diterapkan secara konsisten, mampu membentuk pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter.
Profil Penulis

Artikel Terbaru dari Penulis
Satman News8 Mei 2026Pemkab Cianjur Berlakukan Ijazah MDTU dan TPQ sebagai Syarat Masuk SMP/MTs Tahun Ajaran 2026-2027
Satman News7 Mei 2026Readathon Keagamaan SMPN 1 Mande Tanamkan Nilai Religius dan Kepedulian Sosial
Satman News6 Mei 2026SMPN 1 Mande Ikuti Pojok Baca Hardiknas di BBPPMPV Pertanian
Satman News6 Mei 2026Screening Hemoglobin dan Gerakan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMPN 1 Mande