Upacara Bendera SMPN 1 Mande: Belajar Makna Kehidupan dari Layang-Layang

Mande, 11 Mei 2026 — Suasana khidmat menyelimuti lapangan SMPN 1 Mande saat pelaksanaan upacara penaikan bendera rutin hari Senin. Upacara kali ini dilaksanakan oleh siswa kelas 7I dengan tertib dan penuh semangat. Bertindak sebagai pembina upacara, Bu Ayi Nutfi Palupi menyampaikan amanat yang sederhana namun sarat makna tentang pelajaran hidup dari sebuah layang-layang.

Dalam amanatnya, Bu Upi (nama panggilannya), mengajak seluruh siswa untuk mengambil hikmah dari cara layang-layang dapat terbang tinggi di udara. Menurutnya, kehidupan manusia pun memiliki prinsip yang hampir sama.

“Layang-layang bisa naik karena ada angin. Begitu juga manusia, untuk meraih cita-cita dan terbang tinggi diperlukan motivasi,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Beliau menjelaskan, motivasi menjadi kekuatan yang mendorong seseorang agar tetap semangat belajar, berusaha, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.

Selain motivasi, layang-layang juga membutuhkan tali agar tetap terarah dan tidak terputus. Bu Upi mengibaratkan tali tersebut sebagai adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Setinggi apa pun ilmu dan cita-cita seseorang, semuanya harus dibarengi dengan adab yang baik,” pesannya.

Baca Juga:  JuFE di SMPN 1 Mande: Upaya Cegah Anemia pada Remaja Putri

Tak hanya itu, sebuah layang-layang juga memerlukan pengendali agar dapat bergerak dengan baik. Dalam kehidupan manusia, pengendali tersebut adalah Allah SWT. Manusia perlu selalu mendekatkan diri kepada-Nya agar setiap langkah kehidupan tetap berada di jalan yang benar.

Melalui amanat tersebut, Bu Upi menekankan bahwa hidup yang baik membutuhkan tiga hal penting, yakni motivasi sebagai angin pendorong, adab sebagai tali pengarah, dan Allah SWT sebagai pengendali kehidupan.

Upacara berlangsung dengan tertib hingga selesai. Amanat yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh siswa untuk terus semangat belajar, menjaga akhlak, serta meningkatkan keimanan dalam kehidupan sehari-hari.