Desiminasi Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru IPA dalam Pembelajaran Berorientasi PISA

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan IPA (PPPPTK IPA) bekerjasama dengan Perkumpulan Pendidiki Sains Indonesia (PPSI) pada tanggal 6 – 9 November 2020, menyelenggarakan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru IPA dalam Pembelajaran Berorientasi PISA.

Dari 27 Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Cianjur menjadi satu-satunya Kabupaten yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Bimtek tersebut. Bimtek ini dilaksanakan dengan sasaran peserta Guru IPA jenjang SMP. Tidak semua guru IPA di Kabupaten Cianjur berkesempatan untuk mengikuti Bimtek ini, hanya 20 orang Guru IPA yang menjadi perwakilan peserta.

Alhamdulillah…saya berkesempatan mewakili SMPN 1 Mande untuk mengikuti Bimtek tersebut. Pada artikel ini saya akan mencoba berbagi informasi yang saya dapatkan untuk rekan-rekan guru Satman. Semoga kita semua dapat menerapkannya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Apa itu PISA?

PISA (Programme of International Student Assessment) adalah program berkesinambungan yang memonitor tren pengetahuan dan keterampilan siswa di dunia, bertujuan untuk mengumpulkan informasi berupa latar belakang siswa, pendekatan dan lingkungan belajar siswa yang diselenggarakan oleh OECD.

Program ini dimulai pada tahun 2000 dengan sasaran siswa berusia kisaran 15 tahun untuk dinilai keterampilannya dalam ranah membaca (reading), matematika (mathematic) dan sains (science). Penilaian dilakukan secara periodik setiap 3 tahun sekali.

Posisi Indonesia dalam PISA

Berdasarkan hasil suvey PISA terakhir, yaitu tahun 2018 Indonesia berada pada peringkat ke-74 dari 79 negara. Dalam kategori Sains, Indonesia memperoleh skor 396 (rata-rata OECD 489). Sedangkan dalam Matematika, Indonesia ada di peringkat ke-7 dari bawah dengan skor 379 (rata-rata OECD 489). Sementara skor terendah yang diperoleh Indonesia ada pada kategori Membaca, yaitu sebesar 371 (rata-rata OECD 489).

Baca Juga:  Coretan Pena ala Bu Nina Gartina

Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, diperlukan suatu upaya untuk dapat meningkatkan skor tersebut. Meskipun tidak berkorelasi secara langsung dengan tingkat mutu pendidikan Indonesia, akan tetapi keterampilan yang dikur dalam PISA adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa.

Untuk itu paradigma guru-guru harus segera diubah untuk dapat mulai mengembangkan ketiga ranah keterampilan tersebut. Tidak sekedar menilai LOTS (Low Order Thinkung Skills), melainkan mulai beralih pada HOTS (High Order Thinking Skills). Hal inilah yang membuat PPPPTK IPA dengan PPSI menyelenggarakan Bimtek ini. Melalui desain pembelajaran berorientasi PISA, diharapkan keterampilan siswa dapat meningkat.

Pembelajaran Berorientasi PISA

Pembelajaran berorientasi PISA adalah kegiatan pembelajaran yang diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk dapat menyelesaikan dan menjawab soal-soal berstandar PISA. Ketika kita mencoba merancang pembelajaran berorientasi PISA, bukan berarti kita merubah kurikulum. Pembelajaran berorientasi PISA tetap berkesinambungan dengan Kurikulum 2013 yang diterapkan di Indonesia.

Pembelajaran berorientasi PISA adalah pembelajaran HOTS yang tetap mengembangkan PPK dan GLN. Pembelajaran HOTS adalah pembelajaran yang mengembangkan 4C (Comunicating, Colaborative, Critical thinking, Creative thinking), PPK mengembangkan 5 karakter (Religius, Nasionalisma, Kemandirian, Gotong royong, dan Integritas), sementara GLN mengembangkan 6 literasi dasar (literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya dan kewarganegaraan). Ketika semua aspek itu terintegrasi dengan baik, itulah pembelajaran berorientasi PISA.

Baca Juga:  Mengenal Guru Seni Budaya di SMPN 1 Mande

Tiga prinsip dasar pembelajaran berorientasi PISA adalah:

  1. Transfer of Knowledge
    • Pada tahap ini guru harus mampu menguraikan konten (materi) yang akan disampaikan sesuai dengan dimensi pengetahuannya (faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif).
  2. Critical and Creative Thinking
    • Pada tahap ini guru harus mampu mengembangkan keterampilan siswa dengan menerapkan keterampilan abad 21 (4C).
  3. Problem Solving
    • Pada tahap ini guru harus mampu mengembangkan keterampilan sains dengan menerapkan model pembelajaran dan pendekatan saintifik.

Ketiga prinsip tersebut akan terlaksana dengan baik ketika guru melakukan tahap perencanaan (analisis KI-KD, penyusunan program tahunan dan semester), pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Sebuah hal yang biasa dilakukan guru sehari-hari. Sehingga, pembelajaran berorientasi PISA bukanlah hal yang baru bagi guru IPA. Tinggal melakukan sedikit penyesuaian pada bagian instrumen penilaian.

Asesmen Literasi Sains

Literasi sains adalah kemampuan untuk terlibat dengan masalah yangbberhubungan dengan sains, ide-ide sains, sebagai warga negara yang reflektif. Literasi sains dalam PISA mengacu pada:

  • Pengetahuan ilmiah, mampu menjalankan metode ilmiah
  • Pemahaman, mampu menjelaskan fenomena secara ilmiah
  • Kesadaran, menyadari fenomena di sekitar secara ilmiah
  • Kesediaan, mau mengubah perilaku berdasarkan kesadaran dan pemahaman ilmiah
Baca Juga:  Mengenal Guru IPA di SMPN 1 Mande

Frame work PISA, terdiri dari 4 komponen:

  1. Konteks, berupa fenomena di sekitar kita
    • Personal, terjadi pada diri sendiri (pribadi)
    • Lokal/nasional, lingkup daerah/negara
    • Global (dunia)
  2. Kompetensi, tujuan yang ingin dicapai
    • Menjelaskan fenomena secara ilmiah
    • Menganalisis dan merancang desain inkuiri
    • Menginterpretasikan data dan bukti ilmiah
  3. Pengetahuan
    • Konten, materi/konsep yang dijelaskan
    • Prosedural, langkah-langkah ilmiah yang dapat dilakukan
    • Epistemic, alasan yang mendasari suatu fenomena/kosep
  4. Sikap
    • Minat
    • Menghargai
    • Kesadaran

Keempat frame work tersebut harus tertuang dalam instrumen penilaian mulai dari penyusunan kisi-kisi, kartu soal, butir soal, dan perlu dilakuan validitas soal. Butir soal diawali dari stimulus (teks, tabel, grafik, gambar), pertanyaan (harus berhubungan dengan stimulus yang disediakan), dan opsi jawaban (menggambarkan keterampilan ilmiah).

Sahabat Satman…demikianlah hasil Bimtek yang dapat saya sampaikan. Memang bukan hal yang baru tetapi bukan juga hal yang mudah untuk menerapkannya. Perlu perubahan mind set dan komitmen dari kita semua sebagai guru agar hal ini dapat terwujud. Mari kita lakukan bersama, melakukan perubahan sedikit demi sedikit demi peningkatan kompetensi siswa kita.

Sedikit perubahan saat ini untuk perubahan besar di masa yang akan datang…

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One Reply to “Desiminasi Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru IPA dalam Pembelajaran Berorientasi PISA”

Tinggalkan Balasan