Ramadhan ini, Momen Memulai Berhijab Syar’i

Ibarat menampung air di tempayan berlubang. Itu peribahasa untuk orang yang melakukan kesia-siaan. Sebab usahanya tak berbuah kecuali lelah.

Jangan salah, sia-sia itu beda dengan merugi. Merugi berarti hilang modal setelah berusaha, sedangkan sia-sia adalah ga nambah modal apalagi laba, walau berusaha.

Padahal tidak ada diantara kita yang ingin sia-sia, apalagi rugi. Pastinya kita berharap keuntungan di akhir usaha. Tapi sayangnya tak semua memahami caranya.

Begitulah jawaban bagi yang bertanya, “Bagaimana puasa seseorang yang belum menutup aurat?”. Problemnya bukan pada hukumnya tapi pada kesia-siaannya.

Puasa yang membuka aurat tetap sah, berpahala, selama memenuhi ketentuan syariat. Tapi sayang di saat yang sama dia juga konstan bermaksiat.

Pahala yang susah payah terkumpul, itupun belum tentu, dikikis dengan maksiat aurat yang diumbar, yang itu sudah pasti maksiatnya, ini kesia-siaan.

Lalu bagaimana dengan yang bilang, “Ya sudah, sekalian saja buka aurat dan tak usah puasa”. Nah ini malah merugi, maksiatnya berlipat-lipat.

Padahal Ramadhan ini waktu yang sangat baik, khusyuk untuk memulai ketaatan. Lapar itu membuat kita merasa lebih dekat pada Allah, lebih mudah ibadah.

Baca Juga:  Renungan Pagi: Mengapa Merasa Hampa?

Mengapa tak coba berhijab secara sempurna? Agar jadi salihah yang seutuhnya? Bila nikmat berbuka di Ramadhan saja kita kejar, apalagi nikmat surga.

Ketaatan itu dibuat syaitan agar terlihat susah dan sulit, padahal saat kita melakukannya, Allah akan memudahkan dan pasti menurunkan kebahagiaan.

Kapan mau menutup aurat saudariku? Kami di sini bukan menghukumi, hanya turut bahagia menyaksikan Muslimah salihah yang patuh pada Allah.

hijab #muslimah #puasa #ramadhan