Opini

Apa yang Kita Wariskan bagi Anak?

Sebuah renungan bagi kita sebagai guru, sekaligus sebagai orang tua. Tak hendak menggurui, tapi sekedar tadzkiroh (pengingat) langkah. ,Kita ingin diingat bukan sebab harta, bukan juga karya. Bukan karena tulisan, bukan karena lisan. Tapi kita ingin dikenal lewat anak-anak yang salih dan salihah, taat pada Tuhannya Saat diamanahkan mereka, kita jadi memahami beban Nabi Ya’kub saat bertanya pada anak-anaknya, ditengah sakaratul mautnya, “Apa yang kalian sembah sepeninggalku?”. Tanyanya Kegalauan di ujung umur, yang menggambarkan apa yang paling penting seumur hidupnya. ...

Memaknai Rasa Cinta dan Benci

Cinta itu meringankan beban, menghilangkan kurang, menutupi aib, memperpendek waktu, memperpanjang sabar, memberi nyawa pada lidah dan menderaskan airmata Maka ia yang mencintai, menjadi lunak hatinya, malu dan sungkan, menundukkan pandangan, banyak bercakap dalam hatinya, halus tuturnya, mudah tersentuh hatinya Benci itu membakar, memantik curiga, menyingkap aib, memercik kesumat, membarakan dengki, menyuapi hawa nafsu dengan prasangka, gemuruh dalam dada yang meledak-ledak Maka ia yang membenci, buta dari kebaikan, tuli dari penjelasan, bebal terhadap nasihat, keras dan kasar, meninggi hidung, selalu ...