Memaknai Rasa Cinta dan Benci

Cinta itu meringankan beban, menghilangkan kurang, menutupi aib, memperpendek waktu, memperpanjang sabar, memberi nyawa pada lidah dan menderaskan airmata

Maka ia yang mencintai, menjadi lunak hatinya, malu dan sungkan, menundukkan pandangan, banyak bercakap dalam hatinya, halus tuturnya, mudah tersentuh hatinya

Benci itu membakar, memantik curiga, menyingkap aib, memercik kesumat, membarakan dengki, menyuapi hawa nafsu dengan prasangka, gemuruh dalam dada yang meledak-ledak

Maka ia yang membenci, buta dari kebaikan, tuli dari penjelasan, bebal terhadap nasihat, keras dan kasar, meninggi hidung, selalu mencari orang untuk direndahkan, menindas dan culas

Mencintai itu memang sulit, sedangkan membenci itu mudah. Sebab cinta itu perlu alasan, meski tak perlu balasan. Tapi benci selalu menuntut balasan, dan tak perlu alasan

Ada rasa yang menenangkan saat menyatakan cinta, atau lebih indah kala ditahan, tapi memendam benci selalu menyakiti, menyatakannya sebabkan permusuhan

Lalu mengapa masih banyak yang memilih membenci ketimbang mencintai? Sebab mereka kira cinta itu dinikmati orang lain, sementara dengan benci mereka bisa menyakiti orang lain

Baca Juga:  Blue print Website SMPN 1 Mande, Kini dan Nanti

Padahal, Allah ajarkan kita, SEBALIKNYA. Cinta itu dinikmati diri sendiri, dan benci itu menyakiti diri sendiri

Profil Penulis

Deni Kurnia
Deni Kurnia
Seorang Pembelajar, Tak Lebih.