Skip to content
SMPN 1 MANDE
SMPN 1 MANDE

Sehati Berprestasi

  • Guru Kita
  • Satman News
  • Kilas Sejarah
  • Alumni
  • Sastra
SMPN 1 MANDE

Sehati Berprestasi

Kurun 7 Tahun bersama 4 Kepala Sekolah

Deni Kurnia, 28 September 202028 September 2020

Hanya dalam waktu 7 tahun, SMPN 1 Mande sudah mengalami transisi 4 kepala sekolah. Benarkah demikian? Jawabannya, teruskan membaca artikel yang “kurang penting” ini.

Seperti kata Bu Yuni, menulis artikel itu seperti “refreshing” dari mengerjakan rutinitas yang menjadi kewajiban kita sebagai guru. Begitupun saya, setelah 4 jam ini, bersama keluarga menonton film “G 30 S/PKI” versi utuh, “refresh”nya menulis artikel yang, sekali lagi kurang bermakna.

Ini cerita tentang kepindahan tempat pengabdian saya, dari sebuah sekolah ke sekolah ini, 1 September 2013. Waktu itu yang menjadi kepala SMPN 1 Mande adalah Pak Dadan, S.Pd. Tak lama berselang, kepemimpinan berganti kepada Pak Helmi Halimudin, S.Pd, M.Pd.

Pak Dadan dan Pak Helmi dipersatukan kembali, tergambar dalam foto di bawah ini.

Tak cukup sampai di situ ceritanya. Sekian tahun berikutnya, atas dasar “pengocokan”, kepala SMPN 1 Mande berganti kembali. Kali ini Pak Kasdi Ipit, M.Pd, yang dipercayai menggantikan Pak Helmi.

Salah satu kebersamaan dengan Pak Kasdi Ipit, terabadikan dalam gambar berikut.

Di tahun 2020 ini, tepat 7 tahun saya mengabdi di sekolah juara ini, tampuk kepemimpinan kembali berganti. Pak Taufik Setiawan, S.Pd, M.Pd menjadi kepala SMPN 1 Mande yang baru.

Baca Juga:  Petik Manis OWOJ: Dulu Enggan, Sekarang Ketagihan

Jadi hanya dalam waktu 7 tahun saja, Satman sudah merasakan “sentuhan” kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 4 kali. Wah keren kan?

.

Makna Kepemimpinan

Ada sebuah hadits yang cukup panjang tentang kepemimpinan. Bunyinya sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya :

Dari Ibn Umar r.a. Sesungguhnya Rasulullah Saw. Berkata :”Kalian adalah pemimpin, yang akan dimintai pertanggungjawaban. Penguasa adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

Suami adalah pemimpin keluarganya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dirumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

Pelayan adalah pemimpin dalam mengelolaharta tuannya, dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Oleh karena itu kalian sebagai pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.“

Baca Juga:  Ramadhan ini, Momen Memulai Berhijab Syar'i

Jika kita membaca hadits ini secara seksama, akan menuju kepada satu kesimpulan, bahwa kita semua adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

Bagaimana dengan kepala sekolah?

Ya, kepala sekolah adalah pemimpin di sekolah. Guru, tenaga kependidikan, dan siswa adalah obyek yang dipimpinnya, yang suatu saat atas izin Allah semua akan menuntut tanggung jawab kepemimpinannya.

Jika seorang kepala sekolah berada dalam koridor kebenaran dalam kepemimpinannya, niscaya ini justru akan menjadi ladang pahala bagi dirinya. Ketika yang dipimpinnya tertunjukki kepada kebenaran, dengan jalan keteladanan dan nasihat dari pemimpinnya, maka si pemimpin akan mendapat pahala yang sama dengan amal yang dilakukan orang yang dipimpinnya.

Begitu pun sebaliknya, jika seorang kepala sekolah jauh dari koridor kebenaran (tapi ingat ya, standar kebenaran itu berdasar syariat Islam, bukan yang lain), maka dosa yang akan didapatkan.

Subhanallah, begitu berat tanggung jawab seorang pemimpin.

Maka menjadi tanggung jawab kita sebagai pemimpin dan yang dipimpin, untuk saling mengingatkan jika ada kekurangan, dan saling menguatkan jika sudah dalam koridor yang benar. Sebagaimana kita fahami, yang kita mau adalah selamat bersama, masuk surga bersama.

Baca Juga:  5 Cara Siswa Mengisi Kemerdekaan, Amanat Bu Maesyaroh dalam Upacara Penaikkan Bendera

Semoga menjadi introspeksi bagi kita semua.

Ditulis pukul 22.00-22.16, sebelum pergi ke peraduan

Profil Penulis

Deni Kurnia
Deni Kurnia
Seorang Pembelajar, Tak Lebih.
Artikel Terbaru dari Penulis
  • Satman News18 Mei 2026SMPN 1 Mande Gelar Asesmen Sumatif Akhir Jenjang 2026 Secara Offline
  • Satman News11 Mei 2026FLS3N 2026 Dimulai, SMPN 1 Mande Siapkan Pendamping dan Strategi Terbaik
  • Satman News11 Mei 2026Upacara Bendera SMPN 1 Mande: Belajar Makna Kehidupan dari Layang-Layang
  • Satman News10 Mei 2026Mengingat Kematian sebagai Tanda Kecerdasan Spiritual
     

Yang Ini Juga Keren:

  • Senam Ceria dan Sarapan Bersama, SMPN 1 Mande…
  • Permendikbud No. 22 Tahun 2018: Pedoman Upacara…
Opini

Navigasi pos

Previous post
Next post

Comment

  1. Expitle berkata:
    15 Juni 2021 pukul 6:03 pm

    finpecia usa

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

©2026 SMPN 1 MANDE | WordPress Theme by SuperbThemes