Skip to content
SMPN 1 MANDE
SMPN 1 MANDE

Sehati Berprestasi

  • Guru Kita
  • Satman News
  • Kilas Sejarah
  • Alumni
  • Sastra
SMPN 1 MANDE

Sehati Berprestasi

Sebuah Ikhtiar Menyelamatkan Anak dari Gadget

Deni Kurnia, 9 Oktober 20209 Oktober 2020

Pada dasarnya setiap anak itu kreatif. Apapun yang ada di hadapan mereka, bisa dijadikan mainan. Mungkin kita pernah melihat anak-anak bermain dan ternyata yang dimainkannya barang-barang yang ada di sekitar mereka.

Seperti dalam gambar, lantai pun bisa menjadi media penuangan kreativitas menggambar.

Kreativitas ini janganlah dirusak oleh kita sebagai orang tuanya.

Jangan kenalkan dulu dengan gadget…bisa jadi kreativitasnya hanya keterampilan jempol. Bahkan bisa lebih buruk.

Sebagaimana kita dalami Bahwa selain ada kebaikan, penggunaan gadget oleh anak yang belum memiliki dasar agama yang kuat, menimbulkan keburukan yang lebih besar.

Orangtua harus saling bekerjasama dalam usaha mencapai tujuan pendidikan anak-anak di rumah.

Untuk mendapatkan gambaran dari ikhtiar menjauhkan dan bahkan menyelamatkan anak dari gadget ini, ada baiknya kita membaca pengalaman dari seorang guru di SMPN 1 mande, Bu Yuliana Gultom, dalam ikhtiar ini.

Pengalaman Bu Yuli dalam Ikhtiar Membatasi Anak menggunakan gadget

Bismillah. Ini in syaa Allah bukan dalam rangka memuji diri, namun sekedar berbagi. Semoga penuh dengan kemanfaatan, yang pada akhirnya kita terbimbing hidup kita oleh Allah SWT.

Baca Juga:  Mengupas Sedikit tentang Literasi Sains

Kalau tujuan pertama kami, menguatkan konsep tauhid dulu. Allah Maha Melihat, Allah Maha Besar, dan semua konsep tentang sifat-sifat Allah.

Kalau sudah sepakat, maka lanjut ke buat aturan yang jelas dan tertulis sambil didiskusikan dengan anak-anak.

Sambil berjalan dengan penanaman konsep tauhid tadi. Aturan yang sudah disepakati, ditempel di bagian dinding rumah yang mudah terlihat oleh anak-anak.

Kalau tentang aturan penggunaan Gadget, keluarga kami menerapkan:

  1. Anak yang belum memahami konsep tauhid atau maksimal 17 tahun. Belum diberi gadget PRIBADI.
  2. Jika ada tugas sekolah, gadget hanya digunakan untuk tugas sekolab saja.
  3. Yang diperbolehkan main game, kalau sholatnya sudah BENAR. Itupun hanya Sabtu dan Minggu. Masing masing 1 jam. Dan ada syarat game nya. Tidak boleh perkelahian, perang, mengumbar aurat, dll. Jadi makin sempit keinginan main game 😀
  4. Jika anak harus mencari tugas di halaman pencarian di internet. Orangtua atau kakanya yg sudah baligh, harus memberikan pengawasan penggunaannya.
  5. Bahkan sebelum tugas sekolah online dimulai, tugas mandiri dan tugas rumah pun harus diselesaikan dulu. Jadi, ketika anak belajar online mereka sudah mandi dan makan, bahkan sudah mencuci baju merek sendiri.
Baca Juga:  Kreativitas Belajar di Masa Pandemi Covid-19 melalui Pembelajaran Berbasis Proyek

Semakin anak sibuk dengan tugas mandiri dan bermain bersama (bukan dengan gadget). Mereka akan lupa dengan gadget

6. Orangtua harus kreatif menciptakan permainan tanpa gadget.

Adakah reward dan funishment untuk aturan ini?

Ada. Itu salah satu yang memotivasi mereka, terutama untuk anak yang masih kecil.

Demikian sahabat, paparan singkat pengalaman dalam mendidik anak, salah satunya pembatasan penggunaan gadget. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Ukhtinews.com, sahabat muslimah untuk hijrah

Profil Penulis

Deni Kurnia
Deni Kurnia
Seorang Pembelajar, Tak Lebih.
Artikel Terbaru dari Penulis
  • Satman News10 Mei 2026Mengingat Kematian sebagai Tanda Kecerdasan Spiritual
  • Satman News18 Juni 2025Mie Sedaap Berbagi 240 Porsi Mie Gratis di SMPN 1 Mande Cianjur
  • Satman News5 Juni 2025Secarik Puisi Bagi Mereka yang Pergi
  • Satman News21 Februari 2025SMPN 1 Mande Gelar Perkemahan Penerimaan Tamu Penggalang (PTP) untuk 414 Siswa Kelas 7
     

Yang Ini Juga Keren:

  • Membangun Dunia Berkualitas Anak bersama Guru Hebat
  • Penutupan Program SIGMA: Investasi Karakter Anak…
  • Sekolah Ramah Anak: Program Nasional yang Kini…
  • Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Apa Saja ya?
Artikel Pendidikan

Navigasi pos

Previous post
Next post

Comments (7)

  1. Expitle berkata:
    10 Mei 2021 pukul 3:08 pm

    cheapest levitra

  2. Expitle berkata:
    7 Juni 2021 pukul 12:37 pm

    generic 5 mg cialis

  3. Expitle berkata:
    10 Juni 2021 pukul 3:01 pm

    cialis viagra combo pack

  4. Expitle berkata:
    13 Juni 2021 pukul 9:21 pm

    antabuse without prescription

  5. Expitle berkata:
    15 Juni 2021 pukul 1:26 am

    cialis plux dapoxetine online ordering

  6. Expitle berkata:
    16 Juni 2021 pukul 3:32 am

    kamagra 100

  7. Expitle berkata:
    17 Juni 2021 pukul 12:55 am

    propecia for sale online

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Lokasi SMPN 1 Mande

Terbaru dari Satman

  • Mengingat Kematian sebagai Tanda Kecerdasan Spiritual
  • Pemkab Cianjur Berlakukan Ijazah MDTU dan TPQ sebagai Syarat Masuk SMP/MTs Tahun Ajaran 2026-2027
  • Readathon Keagamaan SMPN 1 Mande Tanamkan Nilai Religius dan Kepedulian Sosial
  • SMPN 1 Mande Ikuti Pojok Baca Hardiknas di BBPPMPV Pertanian
  • Screening Hemoglobin dan Gerakan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMPN 1 Mande

Rekomendasi Buat Anda

  • Upacara Bendera 15 Agustus 2025 di SMPN 1 Mande
  • Era Pembelajaran Digital – Satman on GCR
  • Keluarga Satman Berduka, Ibunda Pak Krisna Meninggal Dunia
  • Sukses Ujian Sekolah di Masa Pandemi
  • Ujian Tuntas, Siswa SMPN 1 Mande Dinyatakan Lulus
  • MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH
  • Semarak Partisipasi SMP Negeri 1 Mande dalam PLG Subrayon 1 Tahun 2021 – 1st day

Categories

  • Alumni
  • Artikel
  • Artikel Pendidikan
  • Guru Kita
  • Kilas Sejarah
  • Kurikulum
  • Opini
  • Prestasi
  • Salam Kami
  • Sastra
  • Satman News
  • Serba Serbi
©2026 SMPN 1 MANDE | WordPress Theme by SuperbThemes