Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bangunlah Jiwa Raganya, Be A Buddy Not A Bully!

Selepas menghadapi PTS dan pembagian laporan hasil belajar tengah semester ganjil di Bulan Oktober ini, peserta didik kelas VII SMPN 1 Mande bersiap mengikuti pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pancasila kedua di tahun ini. Tema yang dipilih pada projek kedua ini adalah Bangunlah Jiwa Raganya, dengan judul Be A Buddy Not A Bully. Berikut liputannya, selamat membaca…

Latar Belakang

Kian maraknya aksi perundungan (Bullying) di kalangan remaja akhir-akhir ini menjadi perhatian bagi guru dan orang tua. Beberapa kasus intern peserta didik di sekolah bahkan antar peserta didik dengan sekolah lain mulai bermunculan. Hal inilah yang menjadi perhatian dari Tim P5 SMPN 1 Mande untuk memilih tema Bangunlah Jiwa Raganya sebagai projek kedua P5 di tahun ini.

Topik/judul yang dipilih adalah Be A Buddy Not A Bully. Dari judul tersebut jelas tersurat bahwa tujuan dari projek kedua ini adalah berupa ajakan/himbauan untuk kampanye melawan aksi bullying. Dari tujuan tersebut Tin P5 mencoba untuk mengembangkan 4 dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu:

  • Beriman Bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia – Akhlak Pribadi (Integritas)
  • Bergotong Royong – Kepedulian (Tanggap terhadap Lingkungan Sosial)
  • Bernalar Kritis – Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan
  • Kreatif – Menghasilkan Karya dan Tindakan yang Orisinil
Baca Juga:  Sukses Ujian Sekolah di Masa Pandemi

Alur dan Jadwal Kegiatan

Pelaksanaan projek kedua ini melalui 5 tahap alur projek, yaitu:

  • Tahap Perkenalan
    • Mengenal dan membangun kesadaran peserta didik tentang hakikat menghargai diri sendiri dan orang lain
  • Tahap Kontekstual
    • Memgkontekstualisasikan masalah di lingkungan sekitar
  • Tahap Aksi
    • Merancang tindakan aksi nyata untuk menyelesaikan masalah yang telah teridentifikasi
  • Tahap Refleksi
  • Tahap Tindak Lanjut

Melalui 5 tahap alur projek di atas, selanjutnya kegiatan projek dituangkan dalam jadwal berikut:

Uraian lengkap mengenai rencana pelaksanaan Projek Be A Buddy Not A Bully dapat dibaca dalam modul projek 2 [Klik Disini].

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan projek kedua ini berlangsung sekitar tiga pekan, dibawah bimbingan fasilitator-fasilitator hebat yang terdiri dari wali kelas dan pengajar di kelas VII, yaitu:

Kegiatan projek dibuka dengan kegiatan dinamika kelompok, Team and Character Building melalui 2 kegiatan permainan, yaitu:

  • Tangga Kesuksesan
    • Peserta diminta meniti tangga berupa tongkat yang dipegang rekannya sejauh lintasan yang telah ditentukan
  • Jihandak
    • Peserta diminta membawa air dalam gelas plastik diatas kain sarung yang dibentangkan tanpa tumpah pada lintasan yang telah ditentukan

Melalui kedua permainan tersebut diharapkan peserta didik dapat membangun kerjasama, kepercayaan, tanghung jawab, disiplin yang dapat diterapkan selama kegiatan projek kedepannya.

Baca Juga:  Evaluasi dan Refleksi Pembelajaran Daring SMPN 1 Mande (Juli-Agustus 2020)

Berlanjut pada kegiatan di kelas dimana peserta didik melanjutkan tahap perkenalannya dengan menggali tentang rasa hormat untuk diri sendiri dan orang lain.

Berikutnya peserta memasuki tahap kontekstualisasi melalui kegiatan eksplorasi tentang tindak kekerasan pada remaja. Kegiatan dilakukan melalui diskusi kelompok dan presentasi mengenai jenis, contoh, tempat, hingga tindakan yang dilakukan ketika terjadi tindak kekerasan. Kegiatan semakin menarik ketika eksplorasi mengenai perundungan dilakukan melalui Games Bullying Card. Melalui permainan kartu ini peserta diajak berkompetisi dan secara tidak langsung mengenal konsep bullying, mulai dari jenis, pelaku, korban, dampak, hingga tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bullying.

Masuk pada tahap aksi, peserta mulai memilih satu kasus tindak kekerasan yang menurut mereka paling menarik untuk dicari solusi penyelesaian masalahnya. Selanjutnya, dituangkan menjadi sebuah poster yang berisi kampanye melawan tindak kekerasan. Hasil karya poster setiap kelompok selanjutnya dipamerkan di kelas untuk dinilai oleh setiap pengunjung yang datang ke kelas.

Penilaian poster terbaik setiap kelas dilakukan oleh 4 komponen, yaitu:

  • Peserta (skor 2)
  • Perwakilan OSIS/MPK (skor 3)
  • Fasilitator (skor 5)
  • Guru Seni (skor 10)

Poster yang mendapat skor terbanyak menjadi poster terbaik yang akan dipresentasikan pada Panen Karya dalam READATHON.

Baca Juga:  Era Pembelajaran Digital - Satman on GCR

Capaian Hasil Projek

Setelah menjalani kegiatan pembelajaran hampir tiga pekan beserta penilaian oleh fasilitator maka capaian elemen Profil Pelajar Pancasila sebagai akhir dari projek kedua terangkum dalam grafik berikut:

Meskipun belum mencapai hasil yang diharapkan secara maksimal, setidaknya keempat elemen yang ditargetkan terukur mulai berkembang dengan baik. Nampak elemen integritas dan kreatif cukup mendominasi hampir di setiap kelas. Biar bagaimanapun perubahan karakter merupakan suatu proses yang kontinu tidak dapat dinilai secara insidental. Maka merupakan tanggung jawab kita bersama untuk terus mengembangkan karakter peserta didik dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Rangkaian pelaksanaan projek Be A Buddy Not A Bully didokumentasikan Pa Januar Aripin dalam video berikut:

Terima kasih Pa Januar yang selalu setia mendokumentasikan kegiatan Satman 🙏🏻

Akhir kata, terima kasih untuk seluruh fasilitator hebat dan peserta yang luar biasa dalam keseriusan dan partisipasinya dalam pelaksanaan projek kedua ini. Sampai jumpa di projek ketiga semester depan…