Ternyata Selain Wali yang Sembilan, ada Wali yang Kesepuluh

Jargon website SMPN 1 Mande, salah satunya adalah “Semua Tentang Kita, oleh kita, dan untuk Kita“. Artinya, situs ini kontennya diperkaya oleh semua warga sekolah, apapun bidang yang diampunya, memiliki kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk menuangkan buah fikiran ke dalam bentuk tulisan.

Seperti yang berikut ini, sebuah tulisan kiriman Bu Santi Kurniawaty, M.Pd, salah seorang guru mapel IPS, yang menyebut dirinya sebagai “Guru Biasa”. Tulisannya ringan, tapi berat. Lho kok gitu? Supaya tidak penasaran, silakan tuntaskan membaca lanjutan artikel ini.

Ternyata Selain Wali yang Sembilan, ada Wali yang Kesepuluh

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Saya memulai tulisan pertama ini dengan judul yang saya ambil dari humor seorang kawan. Dia pernah menyatakan bahwa wali di Indonesia itu bukan ada 9, yang lebih dikenal sebagai wali songo. Ada wali kesepuluh, yaitu wali kelas…. Receh banget humornya, ya. Namun setelah beberapa tahun menjalani tugas sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wali  kelas, jadi berpikir ternyata tugas wali kelas tidak semudah bayangan orang-orang.

Menurut KBBI, alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, wali kelas adalah guru yang diserahi tugas membina murid dalam satu kelas.  Wali kelas berasal dari kata dasar wali. Wali kelas memiliki arti dalam bidang ilmu pendidikan. Dalam undang-undang Guru dan Dosen No 14 tahun 2005 sendiri tidak ada satu pasal pun yang membahas mengenai wali kelas.

Namun dalam pasal 1 ayat (1), dijelaskan bahwa Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Jadi, Wali kelas juga merupakan guru pengajar yang dibebani tugas-tugas sesuai mata pelajaran yang diampunya, namun mereka mendapat tugas lain sebagai penanggungjawab dinamika pembelajaran di dalam kelas tertentu.

Baca Juga:  Mengimbangi Siswa Milenial, Guru pun Harus Turut menjadi Guru Milenial

Dalam menjalankan tugas sebagai wali kelas, berbagai pengalaman menarik telah penulis dapatkan. Bukan hanya menangani masalah peserta didik yang berhubungan dengan pembelajaran, tapi tak jarang pula harus menerima curhat dari  peserta didik tentang permasalahan keluarganya.

Oleh sebab itu, seorang guru yang mendapat tugas sebagai Wali Kelas, idealnya selain memiliki bekal ilmu pedagogik, juga Bimbingan dan Konseling. Karena tak jarang masalah belajar peserta didik berkaitan dengan masalah psikologi. Selain itu, Wali Kelas juga perantara bagi pihak sekolah dengan orangtua peserta didik, yang harus bisa mensosialisasikan kebijakan sekolah kepada pihak orangtua peserta didik atau pun menyampaikan keberatan-keberatan (jika ada) orangtua peserta didik terhadap sekolah.

Peran Wali Kelas itu Apa Saja?

Adapun peran wali kelas di sekolah sebagaimana dikutip dari https://www.tugaspokok.com/2019/07/tugas-wali-kelas.html adalah:

  1. Orang yang dapat mengatasi masalah-masalah di dalam kelas.
  2. Orang yang bisa mendiagnosis siswa yang mempunyai masalah.
  3. Orang yang mampu memberi berbagai pelatihan kepada siswa yang mendorong timbulnya kesadaran diri.
  4. Orang yang mampu memasukkan sistem (pendekatan dan inovasi) ke dalam ruang kelas.
  5. Orang yang mampu mengkomunikasikan siswa-guru, siswa-kepala sekolah, atau siswa-orang tua/wali.
  6. Orang yang mampu memasukkan banyak sekali alternatif kebutuhan kelas terhadap pemecahan duduk perkara di dalam kelas
Baca Juga:  Upgrade Diri untuk Bersaing di Era Digital

Jika berbicara dalam tatanan ideal, ada 9 tugas wali kelas dalam Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 lampiran 1, yang dapat dijadikan acuan para wali kelas dalam melaksanakan pekerjaannya.

a. mengelola kelas yang menjadi tanggungjawabnya;

b. berinteraksi dengan orang tua/wali peserta didik;

c. menyelenggarakan administrasi kelas

d. menyusun dan melaporkan kemajuan belajar peserta didik;

e. membuat catatan khusus tentang peserta didik;

f. mencatat mutasi peserta didik;

g. mengisi dan membagi buku laporan penilaian hasil belajar;

h. melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan kewalikelasan;

i. menyusun laporan tugas sebagai wali kelas kepada Kepala Sekolah;

Penghargaan bagi Wali Kelas

Sebagai penghargaan atas peran dan tugas wali kelas yang demikian banyaknya, pemerintah dalam lampiran permendikbud yang sama, menyatakan bahwa tugas wali kelas itu ekuivalen  dengan 2 jam tatap muka. Artinya, jika seorang guru mendapat tugas sebagai guru mata pelajaran dengan jumlah tatap muka 24 jam, kemudian mendapat tugas sebagai wali kelas, maka jumlah jam mengajar guru tersebut adalah 26 jam. Silakan Bapak/Ibu guru menghitung sendiri jam mengajar jika ditambah wali kelas jadi berapa jam pelajaran.

Pendidikan adalah tanggung jawab kolektif dari sebuah bangsa. Namun sebagai mahluk yang sudah diamanahi Sang Pencipta dengan tugas sebagai pendidik, maka tanggung jawab kita menjadi lebih berat. Apalagi jika ditambah dengan tugas wali kelas, maka tanggung jawab itu menjadi berlipat.

Baca Juga:  Akun Pembelajaran - Fasilitas Pembelajaran Elektronik dari Kemendikbud

Sebagai wakil orangtua bagi peserta didik, mari kita do’akan semoga semua peserta didik kita menjadi manusia yang  beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara  bertanggung jawab sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Semoga anak-anak didik kita menjadi washilah bagi keselamatan kita di dunia dan akhirat. Terima kasih penulis haturkan kepada para Wali Kelas semenjak penulis SD hingga selesai menempuh pendidikan formal. Semoga Alloh membalas jasa para Ibu/Bapak dengan kebaikan di dunia dan akhirat. Wallohua’lam.

Komentar Editor

Jika kita melihat idealitas fungsi dan kewajiban wali kelas, dan juga dalam tataran realitas alias kenyataan, BEGITU BERAT dan MENYITA PERHATIAN YANG EKSTRA tugas seorang wali kelas, maka diperlukan TIMBAL BALIK yang sepadan dari pihak yang terkait.

Apalagi di saat pembelajaran daring seperti yang kita jalani sekarang ini, tugas wali kelas bertambah. Tambahannya, menjadi konsultan IT.

Terima kasih Bu Santi, terima kasih wali kelas semuanya, semoga tetap semangat untuk berkhidmat.

Tinggalkan Balasan