Bedah Puisi RUHKU Karya Bu Nina Gartina Deni Kurnia, 20 Oktober 202221 Oktober 2022 Sudah agak lama juga, Website kita tercinta ini tak mengulas karya sastra, khususnya puisi. Membaca puisi, dengan tujuan untuk memahami maknanya, perlu ketajaman rasa. Memang inilah salah satu kekhasan karya sastra ini. Singkat kalimatnya, banyak mengandung konotasi, metafora, dan terkadang diksi yang susah difahami, jika tak berulang dibacanya. Kali ini, disela banyaknya aktivitas di SMPN 1 Mande, admin mencoba mengangkat sebuah puisi terbaru karya seorang guru, Bu Nina Gartina. Ya hitung-hitung rehat atau hiling-lah. Disertai ulasan alakadarnya, untuk membantu kita memahami makna dari setiap untaian kalimat dalam puisi tersebut. Puisi ini relevan dengan suasana bulan ini, maulid Nabi Muhammad SAW. Bisa kita katakan, ini sebagai salah satu manifestasi kerinduan dan kecintaan kepada junjunan alam, baginda Nabi yang mulia. Yuk kita selami arti dan maknanya. Ruhku Karya Nina Gartina Ruhku Ruhku haus dijamuSuguhan segar pelembut qalbu MenderuDawai rindu pada-Mu juga pada kasih-MuDalam deraan godaan nafsu Gelayut raguPengganggu qalbuAku tak hendak berkawan denganmu! Baca Juga: Mengenal Guru PAI di SMPN 1 MandeDegupku biarkan hanyutMengalunMembentuk palung RinduPada-Mu RabbkuJuga pada kasih-Mu, duhai Nabiku RuhkuLuruhlah dalam Khusyu Puisi Menjadi Narasi Baik, kita mulai saja. Ruhku Ruhku haus dijamu,[dengan] Suguhan segar [yang menjadi] pelembut qalbu [Jiwa serasa] Menderu[Memetik] Dawai [mengumandangkan senandung] rindu pada-Mu juga pada kasih-Mu[walau] Dalam deraan godaan nafsu [yang terus memburu] [kadang] Gelayut ragu [mengganggu], [menghantui hidupku][Wahai] Pengganggu qalbu[ kukatakan padamu], Aku tak hendak berkawan denganmu! Degup [jantung]ku, [desah nafasku], [alir darahku], biarkan hanyutMengalun, [mengalir]Membentuk palung RinduPada-Mu RabbkuJuga pada kasih-Mu, duhai Nabiku RuhkuLuruhlah dalam Khusyu, [dalam munajatku] Simpulan Puisi ini adalah sebuah ekspresi kerinduan kepada junjunan alam baginda Nabi Muhammad SAW. Sebuah kerinduan mendalam luruh, dalam alunan doa dan shalawat. Semoga beliau memperkenankan kita meminum jamuan istimewanya di telaga Kautsar. Definisi Diksi Dawai adalah alat musik yang menghasilkan suara dengan cara menggetarkan dawai atau senar Gelayut adalah berayun-ayun atau bergantungLuruh adalah jatuh atau gugur karena sudah sampai waktunya Baca Juga: Sosok Caraka Yang Paling Lama Mengabdi di SatmanProfil Penulis Deni Kurnia Seorang Pembelajar, Tak Lebih. Artikel Terbaru dari Penulis Satman News11 Mei 2026FLS3N 2026 Dimulai, SMPN 1 Mande Siapkan Pendamping dan Strategi Terbaik Satman News11 Mei 2026Upacara Bendera SMPN 1 Mande: Belajar Makna Kehidupan dari Layang-Layang Satman News10 Mei 2026Mengingat Kematian sebagai Tanda Kecerdasan Spiritual Satman News18 Juni 2025Mie Sedaap Berbagi 240 Porsi Mie Gratis di SMPN 1 Mande Cianjur Yang Ini Juga Keren:Pentingnya Membangun Karakter Positif, Amanat…Ulasan Puisi "Buka Matamu Buka" Karya Bu Hadijah, S.Pd Guru Kita Salam Kami Sastra