Skip to content
SMPN 1 MANDE
SMPN 1 MANDE

Sehati Berprestasi

  • Guru Kita
  • Satman News
  • Kilas Sejarah
  • Alumni
  • Sastra
SMPN 1 MANDE

Sehati Berprestasi

Ketika Guru Menjual Diri

Redaksi, 10 Maret 202110 Maret 2021

Artikel ini merupakan cuplikan pengalaman penulis ketika mengikuti seleksi Program Guru Penggerak Angkatan ke-2. Apa itu Guru Penggerak? Menurut rilis laman resmi Guru Penggerak, Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah agar mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.

Kabupaten Cianjur menjadi dalah satu daerah sasaran untuk Program Guru Penggerak Angkatan II dengan kebutuhan 118 Guru Penggerak. Adapun untuk menjadi Guru Penggerak, seorang guru harus melewati tahapan seleksi dan pendidikan, baru kemudian ditetapkan sebagai seorang Guru Penggerak. Penulis mendaftar Program Guru Penggerak Angkatan II pada bulan Oktober 2020 (kapan tepatnya, penulis sudah lupa). Pendaftaran dilakukan secara daring melalui SIM PKB dan dilengkapi dengan surat rekomendasi dari atasan langsung penulis serta surat dukungan dari rekan sejawat.

Setelah dinyatakan lolos seleksi administratif, penulis mengikuti seleksi tahap 1 berupa Tes Bakat Skolastik yang terdiri dari Subtes Verbal : 30 soal, Subtes Kuantitatif : 20 soal dan Subtes Penalaran : 21 soal yang dilaksanakan secara daring dalam waktu 60 menit. Pada Tes Bakat Skolastik ini, penulis mengalami hambatan yang cukup berat. Yang pertama adalah pada subtes kuantitatif. Penulis diharuskan menjawab soal-soal matematika yang merupakan mapel tersulit bagi penulis sejak bangku sekolah dahulu. Hambatan kedua adalah jaringan internet yang tidak stabil. Hal ini menyebabkan penulis tidak dapat mengerjakan seluruh soal ujian tepat waktu. Akan tetapi, pihak Kemendikbud memberikan jadwal ujian baru, khusus bagi yang belum menyelesaikan TBS karena kendala jaringan.

Baca Juga:  Mengimbangi Siswa Milenial, Guru pun Harus Turut menjadi Guru Milenial

Setelah dinyatakan lulus seleksi tahap 1, penulis mengikuti seleksi tahap 2 berupa simulasi mengajar dan wawancara. Sebelum melaksanakan seleksi mengajar, penulis harus mengunggah RPP di laman guruberbagi.id. Simulasi mengajar dilaksanakan secara daring melalui google meet dalam waktu antara 10-30 menit di hadapan 2 orang asesor dan seorang pemantau. Penulis mendapat jadwal simulasi pada tanggal 14 Januari 2021 pukul 18.30-19.00. Ini adalah pengalaman pertama penulis melaksanakan simulasi mengajar secara daring. Alhamdulilah, penulis memiliki rekan yang memberikan banyak masukan untuk simulasi termasuk membantu latihan simulasi melaui google meet. Salah satu masukan yang sangat berguna adalah mengenai pencahayaan. Mengingat jadwal simulasi mengajar penulis pada malam hari, penulis menggunakan lampu darurat untuk membantu pencahayaan, sehingga penilai dapat melihat simulasi yang dilakukan penulis lebih jelas.

Bagian kedua dari seleksi tahap 2 adalah seleksi wawancara. Penulis mendapat jadwal wawancara pada tanggal 13 Februari 2021 pukul 08.00-09.30. Wawancara dilaksanakan secara daring melalui aplikasi google meet. Ada 2 orang asesor yang mewawancara penulis secara bergantian. Namun berdasarkan (Undang-undang nomor 11 tahun 2008/UU ITE), penulis tidak dapat mengabadikan dan menyebarkan proses wawancara. Akan tetapi hal penting yang dapat dibagikan penulis disini adalah, proses wawancara berlangsung secara menyenangkan. Para asesor sangat bijak dalam mengajukan pertanyaan, jauh dari kesan menggurui apalagi sampai menekan. Pertanyaan yang diajukan adalah seputar keseharian pekerjaan penulis, hambatan yang dihadapi dan bagaimana cara penulis mengatasi hambatan tersebut.

Baca Juga:  Sebuah Ikhtiar Menyelamatkan Anak dari Gadget

Hal yang menurut penulis paling menarik adalah ketika penulis diminta untuk menjelaskan keunggulan penulis. Satu hal yang sangat sulit bagi penulis. Karena sejak dahulu, penulis dididik untuk selalu rendah hati, tidak menyombongkan prestasi dan hal semacamnya. Namun ketika wawancara, asesor menegaskan bahwa penulis harus menonjolkan keunggulan atau prestasi yang pernah diraih sehingga dapat dipertimbangkan untuk lulus seleksi.

Ini adalah konsep baru bagi penulis, namun bukan hal baru dalam konteks komunikasi. Konsep menjual diri dalam konteks positif adalah, bagaimana kita bisa menampilkan sisi terbaik dan prestasi yang diraih agar pihak/orang lain tertarik menggunakan jasa kita. Seorang adik kelas pernah membagikan pengalamannya ketika diinterview oleh salah satu vendor aplikasi pembelajaraan daring. Dia ditanya apa kemampuan anda dan berapa gaji yang diminta. Menjadi guru millenials, rupanya kita juga dituntut untuk mampu “menjual diri”. Yang dimulai dengan mengenali, menggali dan mengembangkan potensi sehingga dapat memberikan yang terbaik dari potensi kita bagi proses pendidikan peserta didik tercinta.

Baca Juga:  Mengupas Sedikit tentang Literasi Sains

Profil Penulis

Redaksi
Redaksi
Artikel Terbaru dari Penulis
  • Satman News13 Mei 2026SPMB 2026 SMPN 1 Mande Segera Dibuka, Ini Jalur Pendaftaran dan Jadwal Lengkapnya
  • Satman News8 Mei 2026Pemkab Cianjur Berlakukan Ijazah MDTU dan TPQ sebagai Syarat Masuk SMP/MTs Tahun Ajaran 2026-2027
  • Satman News7 Mei 2026Readathon Keagamaan SMPN 1 Mande Tanamkan Nilai Religius dan Kepedulian Sosial
  • Satman News6 Mei 2026SMPN 1 Mande Ikuti Pojok Baca Hardiknas di BBPPMPV Pertanian
     

Yang Ini Juga Keren:

  • Gladi Bersih ANBK, Persiapan Potret Diri SMPN 1…
  • Kesehatan Mental untuk Semua: Belajar Memahami Diri…
  • Diskon 50%, Guru-Guru SMPN 1 Mande Antusias Serbu…
  • Gelar Upacara Sumpah Pemuda di SMPN 1 Mande, Spesial…
  • Membangun Dunia Berkualitas Anak bersama Guru Hebat
  • Guru Baru di SMPN 1 Mande: Bu Santi Sukmawati, S.Pd.
Artikel Pendidikan

Navigasi pos

Previous post
Next post

Comments (9)

  1. Ping-balik: Upgrade Diri untuk Bersaing di Era Digital - SMPN 1 MANDE CIANJUR
  2. Expitle berkata:
    13 Mei 2021 pukul 5:44 am

    levitra 10 mg

  3. Expitle berkata:
    9 Juni 2021 pukul 1:27 am

    levitra 10 mg generic

  4. Expitle berkata:
    12 Juni 2021 pukul 8:16 am

  5. Sentosa Sitepu berkata:
    12 Juni 2021 pukul 6:26 pm

    Tulisan ibu ini sangat menginspirasi. Guru harus selalu berkreasi dan berbagi. Saya semakin semangat untuk ikut guru penggerak.

  6. Expitle berkata:
    14 Juni 2021 pukul 8:06 am

    online viagra overnight

  7. Expitle berkata:
    15 Juni 2021 pukul 11:47 am

    buy generic cialis online cheap

  8. Expitle berkata:
    16 Juni 2021 pukul 2:03 am

    buy cialis online prescription

  9. Expitle berkata:
    18 Juni 2021 pukul 3:54 pm

    isotretinoin

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Lokasi SMPN 1 Mande

Terbaru dari Satman

  • SPMB 2026 SMPN 1 Mande Segera Dibuka, Ini Jalur Pendaftaran dan Jadwal Lengkapnya
  • FLS3N 2026 Dimulai, SMPN 1 Mande Siapkan Pendamping dan Strategi Terbaik
  • Upacara Bendera SMPN 1 Mande: Belajar Makna Kehidupan dari Layang-Layang
  • Mengingat Kematian sebagai Tanda Kecerdasan Spiritual
  • Pemkab Cianjur Berlakukan Ijazah MDTU dan TPQ sebagai Syarat Masuk SMP/MTs Tahun Ajaran 2026-2027

Rekomendasi Buat Anda

  • Laboran Cilik SMPN 1 Mande
  • Tahun Baru 1442 Hijriah, Merangkai Harapan Memupuk Kebersamaan
  • Pasukan K3 Satman yang Tak Terlupakan
  • Mesjid Darul Ulum SMPN 1 Mande, Sebuah Mimpi jadi Nyata
  • Ujian Tuntas, Siswa SMPN 1 Mande Dinyatakan Lulus
  • SMPN 1 Mande Peringati Hari Santri dengan Kegiatan Keagamaan dan Nuansa Perjuangan
  • Beroleh Kesulitan, Tanda Allah Kabulkan Doa

Categories

  • Alumni
  • Artikel
  • Artikel Pendidikan
  • Guru Kita
  • Kilas Sejarah
  • Kurikulum
  • Opini
  • Prestasi
  • Salam Kami
  • Sastra
  • Satman News
  • Serba Serbi
©2026 SMPN 1 MANDE | WordPress Theme by SuperbThemes