Pemanfaatan E-modul sebagai Alternatif Pembelajaran Daring

Tujuh pekan menjalani belajar dari rumah (BDR) dengan segala romantikanya menghadirkan berbagai respon, baik dari kalangan guru, orang tua, maupun peserta didik. Tingkat kejenuhan pun mulai terasa, berbagai keluh kesah mulai bermunculan. Mulai dari orang tua mengeluhkan borosnya kuota, padahal kuotanya dipakai anak lebih banyak untuk bermain game online daripada untuk belajar; peserta didik mengeluhkan tidak dapat mengakses GCR (Google classroom) maupun kuis dalam bentuk GF (Google form); dan guru mengeluhkan respon peserta didik yang sangat minim dalam pembelajaran daring (baik melalui GCR maupun WAG). Tapi bukan ini yang akan saya angkat dalam tulisan ini. Mengungkap keluh kesah tidak akan ada habisnya dan tidak akan menghadirkan solusi.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengangkat tentang pemanfaatan e-modul sebagai alternatif dalam pembelajaran daring. E-modul yang saya buat memanfaatkan aplikasi Google Form untuk mempermudah peserta didik dalam mengakses materi serta membantu guru dalam memperoleh umpan balik dari setiap modul yang telah dipelajari oleh peserta didik.

Baca Juga:  PTS Cooming Soon, Are you ready?

Sistematika E-Modul

  1. Judul E-modul, berisi judul sub bab atau topik yang akan disampaikan.
  2. Identitas Peserta Didik, berisi identitas peserta didik (minimal nama dan kelas) untuk membantu guru dalam merekap siapa saja peserta didik yang mengakses e-modul.
  3. Tujuan Pembelajaran, berisi tujuan yang ingin dicapai setelah peserta didik mengkaji/mempelajari modul secara mandiri.
  4. Materi, berisi ringkasan materi yang akan dipelajari. Pada bagian ini guru dapat menambahkan link video ataupun media lainnya untuk memperjelas materi. Akan tetapi, untuk meminimalisir kuota, saya membuat materi dalam bentuk teks dan gambar saja.
  5. Evaluasi, berisi soal atau tugas sebagai tagihan dan bentuk umpan balik bagi guru setelah peserta didik mengkaji/mempelajari e-modul secara mandiri.

Penggunaan E-modul

Pembuatan e-modul akan lebih mudah ketika kita sudah menyiapkan RPP untuk pembelajaran di kelas. Sehingga, e-modul dapat dibuat sesuai dengan RPP dan dapat langsung diberikan kepada peserta didik di setiap pertemuannya. Dikarenakan e-modul dibuat dalam aplikasi google form maka dalam penyampaian kepada peserta didik cukup share link di whatsaap group kemudian memberikan pendampingan melalui whatsaap group. Selanjutnya, guru tinggal melihat respon siswa pada google form masing-masing modul melalui google drive. Meskipun belum optimal, penggunaan e-modul ini cukup membantu dan efektif bagi peserta didik yang mengalami hambatan dalam mengkases GCR yang umumnya digunakan.

Baca Juga:  Selayang Pandang Kurikulum SMPN 1 Mande

Beberapa Contoh E-Modul yang Saya Buat

Sahabat Satman…demikian sedikit ilmu yang ingin saya bagikan, bagi yang berminat silakan merapat. Mohon maaf tidak bermaksud menggurui, hanya ingin berbagi dari pengalaman penggunaannya yang cukup efektif. Terima kasih…semoga bermanfaat.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

5 Replies to “Pemanfaatan E-modul sebagai Alternatif Pembelajaran Daring”

Tinggalkan Balasan